Duka Yatim-Piatu…


Puisi ini ditulis oleh pada
17 November 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (38 votes, average: 3.68 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

sejak dia terlahir kedunia
hidup yang ditahu hanyalah seonggok penderitaan

juga kesepian yang selalu menemani hati,

tiada mengenal cinta, kasih dan sayang
dari ayah dan bunda yang mengukir jiwa

nasib yang malang dialaminya
dikucilkan dari pergaulan karib sebaya

diibarat sudahlah jatuh masih tertimpa tangga

siapa kini merasa iba
dari jiwanya yang gersang…
tiada seorangpun mendekat memperkenalkan diri padanya…

siapa yang salah…?!
jikathatinya membeku tak kenal haru…

wajahnya angkuh tanpa senyuman..
sekeras baja tak bisa ditekuk..
sekokoh karang tak bisa digoyang…

harus bagaimana kini…
mendengar penjelasan dia tak mau mengerti…

menerima pendapat dia tak mau tahu…
memahami orang lain tak pernah dikenal…

dia selalu dan senantiasa ada dalam kesepian…
sendiri…
sunyi dan sepi….

Torehan puisi-puisi lainya :

    Dependency by omegachaos (0 comments)
    Andai saatnya tiba Mampu melangkah tak peduli kanan-kiri Tiada celaka mengena Sepenuhnya sadar diri …

    pEngArtIAn by hemas (1 comments)
    Malam yang panjang terasa hanya sesaat, Mata kan terpejam sebelum kau datang Aku kan selalu sayang p …

    Dimalam ini by WebAdmin (1 comments)
    di malam ini… tanpa kusadari aku menangis… mengingatmu dan mengenangmu sekian lama aku menunggum …

    Lebih Indah Merasakan by alimcihui (0 comments)
    Saat mata yang indah tak lagi bisa untuk melihat kenyataan dalam fana Saat bibir tak mampu berucap, …

    Merindukan Gerak by katjha (0 comments)
    Wahai betinaku.. di bawah langit biru bergaun merah soga, engkau terdiri tegak dengan rambut terura …

    metro by wier (0 comments)
    Basuh hati Dengan segala kerendahan Biar angkuh terkubur Aku akui Hamba ingin hilang dari zaman yang …

    Perempatan by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Kendaraan dari empat penjuru bertemu Berebut ingin lebih dahulu Tak peduli ada lampu merah di situ T …

    Tuk dia yang ingin pergi by dotcomguyz (5 comments)
    Senyuman selalu tergores di raut wajah manis Mahkota hitammu kilau berlian cahya Pancaran sepasang m …

    Bajuku Sayang by Ariena (0 comments)
    Satu dua tiga sepuluh seratus seribu Entah, entah berapa kali baju ini ku rusak Padahal baju ini sel …

    suara hati ditepian karang by WebAdmin (0 comments)
    Suara hatiku dalam Hampa di keheningan terasa seperti terpental jauh… sampai terjatuh diatas genti …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Free Poem

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. bima noer says:

    aku harus megenbara jauh tuk menuai k hidupan yg lbh bahagia

Leave a Reply