Gugusan Rindu Buat Bunda


Puisi ini ditulis oleh pada
8 September 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.86 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

dosa telah diujung jalan yang hitam tinggal mencekam.

lampu_lampu malam menyorot sekujur tubuh, ada bintik_bintik hitam lengket melengket, bercampur dengan darah yang terpantul gelisah dikulitku yang pucat.

Bunda….
sampai aku ada dalam pelukanmu air mata tercurah melanda benteng kerinduan.

kini aku terdampar sendiri.
dimalam dingin yang mengigilkan tubuh kurusku.

kutak mampu mengangkat wajah.
hanya dalam hati kuteriakkan namamu kuat_kuat.
juga kubisikkan salam dan do’a yang terindah…

Bunda……..
aku disini….
dipinggir benua sepi,
seribu tanda tak bisa menjawab,
beribu titik api memancar dalam gelap tapi duka tak pernah jua mencair.

Bunda…….
kumohon setetes do’aMu tersulur untuk diriku….
dan serahkan segala kasihMu buat daku, buat santapan dalam sunyi dan sepiku…

_salam cinta penuh kasih bwt bundaku ditanah air_

Torehan puisi-puisi lainya :

    Sajak hati buat Bunda by ngurah (7 comments)
    Hari ini kulihat bunda Termenung termangu Ada apa? Saat bicara air mata berlinang Salahkah aku bunda …

    TANYA SANG ANAK by WebAdmin (2 comments)
    Konon pada suatu desa terpencil Terdapat sebuah keluarga Terdiri dari sang ayah dan ibu Serta seoran …

    Nasihat Bunda by WebAdmin (0 comments)
    Nak, jadi perempuan kita harus pintar Agar tidak mudah terpedaya rayuan gombal para pria Nak, kamu h …

    Gelap by WebAdmin (0 comments)
    Gugah…Hatiku gugah menderah Ditengah sepi mencekam dikelilingi kabut hitam kelam Pekat…sungguh p …

    Biarlah, aku menikmatinya by WebAdmin (0 comments)
    Mungkin ini hanya seputar biasa Tapi bedebah, aku menikmatinya Bukan bercinta, hanya bercerita Bukan …

    Di Titik Pertemuan by WebAdmin (0 comments)
    Langkahku berirama menjemput pesan singkat dan sebuah titik pertemuan ketika malam masih bercumbu de …

    Rindu Senyumku… by lembayung (0 comments)
    mendung itu berubah menjadi guyuran hujan rinai bukan saja deras tapi sudah teramat sangat hingga me …

    HOopLaaa… by Clare (0 comments)
    ingin lihat keajaiban…? Sinar datang menembus celah.. Yang tak ada… HOPLA…!!! Terang benderang …

    satu canda buat dirinya by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
    matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 na …

    satu canda buat dia by Wimfi Three hady Irawan (2 comments)
    matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 na …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Free Poem

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. ghanda says:

    bgus juga…

Leave a Reply