Warna warni mencolok mata kau hadirkan
Tapi terkadang warna mu pucat pias tak berdarah
Padahal mahkotamu dibingkai empat kuntum kuncup
Kau tau pasti kau bunga yang tak mudah dipalingkan
Saat kuncup barumu menyembul
Semburat merona kau janjikan
Dan kau tak peduli duri yang menjalar di sepanjang rantingmu
Asalkan hadirmu memberi arti bagi sekitarmu
Setiap mata yang menanar ke arahmu akan tersejukkan
Meski kau bertahan menahan perih mentari membakarmu
Dan saat angin membelai daun dan kelopakmu
Kau meneduhkan prahara setiap jiwa yang memandangmu
Ketika badai datang menerjang ranting-ranting ringkihmu
Tangan-tangan yang rajin menjamahmu seketika tak lagi hendak memetikmu
Dan kau tak mampu menahan kelopak-kelopak rapuhmu
Hingga berguguran..tercabik duri-duri disekitarmu
Lalu masa mu telah usai..
Dan kau harus rela menunggu hingga musim semi kembali menyapamu
Meski duri-duri di rantingmu terus menajam dan mengakar
Kau tetaplah sekuntum bunga kertas yang rapuh!
12th July2010
aprilina hasan [aprilina2001@...]
Similar Posts:
- Keabadian by sight_cla10 (1 comments)
- Kuresapi dan kunikmati sunyinya malam Kurengkuh kegelapan dalam pelukan Kurasakan hembusan nafasnya …
- Purnama Telanjang by diondi (1 comments)
- Purnama bergayut di ranting resah pias tertahan dahan kehidupan lelah menanti dalam gelinjang gelisa …
- Cemburu by WebAdmin (0 comments)
- Kau pernah memujanya..mungkin tanpa kau sadari Dalam bahasa abstrakmu tak mampu kau ingkari kagum mu …
- Penjaga Mawar dan Kehidupannya by omegachaos (0 comments)
- Bulan tak juga penuhi Malam itu sinar bulan tak menyapanya Namun tak sesunyi malam Gemerisik bunga m …
- Gelap by WebAdmin (0 comments)
- Gugah…Hatiku gugah menderah Ditengah sepi mencekam dikelilingi kabut hitam kelam Pekat…sungguh p …
- Lentera Hati… by lembayung (0 comments)
- biar saja malam menggulung gelap namun disudut sepi kuakan terus menjaga lentera hati agar tetap men …
- seseorang by Someone (0 comments)
- Dari semayam tangan tangan dewa bangkit kelopak kasih untuk setiap butir-butir janji dialah bernama …
- my sunshine by tea (0 comments)
- terhenyak ku dari sesakku terpancar sinar kebahagiaan dan harapan terbungkus menjadi warna warni kei …
- Deklarasi Cinta by katjha (0 comments)
- Hanya kata berbahan jiwa hati yang tulus aku katakan kerinduan. Ingin aku bernyanyi, tetapi desahan …
- indahnya kematian by puisi.indonezia.net (2 comments)
- Sayang, Selimuti tubuhku, karna ia sedang berjuang melawan sakratur maut Tutupkan kedua kelopak mata …
Last 5 posts by WebAdmin
- Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka - May 10th, 2011
- Kumuntahkan Dalam Bahasaku - May 10th, 2011
- Angan Di Pelupuk Mataku - May 10th, 2011
- Selembar Anganku Melambai Ringan - May 10th, 2011
- Sekerat Mimpiku - May 10th, 2011



(3 votes, average: 3.67 out of 5)
{ 1 comment… read it below or add one }
MENUNTUN TUNTUTAN RASA
Pantai bisu bersama batu karang berdiri dengan keangkuhan
Kuhampiri meski tak ada tegur sapa menyapa
Kokohnya bukit berhijaukan hutan rimba yang tak pernah hirau
Kudatangi walau semuanya diam membisu
Laut biru bercengkrama dengan tarian ombak yang tetap tuli
Kuberlayar biarpun senyumku tak pernah terbayar
Temaram malam berteman bulan yang tak pernah menyapaku
Kutatapi dan kurenungi biarpun ku diacuhkan
Nyanyian indah lenggak lenggok penari berseru merayu manja
Wajahku tak terangsang meskipun untuk satu lirikan
Singgasana bertahta permata bertabur dayang-dayang bening
Persetan aku tak peduli, tak ada kilau yang kurasa
Istana megah menantiku sebagai pangeran berjubah emas
Nafsuku sirna tak berwarna, rasaku gerah tak bearah
Anggur merah merekah menebarkan aroma penuh gairah
Liurku kering tak menetes, semua memandulkan selera
Terkadang kumerasa asing dalam keramaian
Terkadang kumerasa asik dalam keterasingan
Terkadang rasa memang tak bermata
Aku hanya penuntun tuntutan rasa….
Serba salah dalam tipu daya
Dikira nyata ternyata maya
copy right: Lukman hakim
Pontianak, juli 2010