Doa Malu-malu yang Setengah Memaksa, Di Usia yang Sudah Kadaluwarsa


Puisi ini ditulis oleh pada
5 July 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Tuhan,
dengan segala kerendahan hati
aku meminta pada-Mu

Berikan aku kata, kujadikan ia puisi
berikan aku senja, kujadikan ia puisi
berikan aku malam, kujadikan ia puisi
berikan aku mimpi, kujadikan ia puisi
berikan aku hujan, kujadikan ia puisi
berikan aku badai, kujadikan ia puisi
berikan aku bintang, kujadikan ia puisi
berikan aku matahari, kujadikan ia puisi
berikan aku rembulan, kujadikan ia puisi
berikan aku awan, kujadikan ia puisi
berikan aku resah, kujadikan ia puisi
berikan aku sunyi, kujadikan ia puisi
berikan aku angin, kujadikan ia puisi
berikan aku api, kujadikan ia puisi
berikan aku air, kujadikan ia puisi
berikan aku marah, kujadikan ia puisi
berikan aku perang, kujadikan ia puisi
berikan aku senyum, kujadikan ia puisi
berikan aku rindu, kujadikan ia puisi
berikan aku cinta, kujadikan ia puisi
berikan aku cemburu, kujadikan ia puisi
berikan aku perempuan, kujadikan ia istri
berikan aku pelangi, kujadikan ia puisi

Tuhan,
jangan tunda lagi permintaanku ini
karena usiaku sudah kadaluwarsa

Amin!

Sawangan, 24 September 2006 – Jakarta, 25 April 2010

Urip Herdiman K.

http://www.theurhekaproject.blogspot.com

Catatan :
Versi asli puisi ini dibacakan di acara pernikahan Anita Louise
– Anindya Barata pada Minggu, 25 April 2010
di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Torehan puisi-puisi lainya :

    Meditasi Cinta by WebAdmin (1 comments)
    Selamat siang, untuk semua teman di Bunga Matahari. Semalam gue juga hadir di Omah Sendok. Ketemu An …

    In The Region of The Summer Stars by WebAdmin (0 comments)
    IN THE REGION OF THE SUMMER STARS (The Tower of Babel) Setelah banjir besar Pada awalnya adalah kehe …

    Doa seorang pemuja by etuctida (0 comments)
    Tuhan, kabulkanlah permintaanku ini. Aku mencintainya. Jika dia mencintaiku, biarkan aku menjadi pen …

    Jalan Ke Surga by WebAdmin (0 comments)
    Jalan menuju kantorMu macet total oleh antrean mobil-mobil curianku. (2007) Kompas, Minggu, 15 April …

    Ketika Mata Ketemu Mata by WebAdmin (2 comments)
    KETIKA MATA KETEMU MATA (Puisi III dari Tiga Puisi) 1/ Aku turun dari angkot, masuk ke dalam komplek …

    Forum Puisi.ORG by WebAdmin (3 comments)
    Saat ini puisi.ORG sudah memiliki forum untuk diskusi, silakan kunjungi ya dan posting topik di http …

    Sajak-sajak untuk puteriku: CAHAYA "atta" HASTASURYA by WebAdmin (0 comments)
    CAHAYA HASTASURYA lengking tangismu memecah pagi subuh sebagai cahaya harapku yang tumbuh menjadi fa …

    Sambutanmu, menenangkan jiwaku by WebAdmin (0 comments)
    Kelelahan dan kelusuhan diri ini Karena beban yang menumpuk diatas meja kerja Semakin mendidihkan ke …

    Pembangkang by WebAdmin (0 comments)
    Ia termenung sendirian di gardu gelap di ujung jalan. Tidak jelas, ia peronda yang kesepian atau pen …

    Seuntai Rosario Untuk Sebuah Awal by WebAdmin (0 comments)
    Butiran doa yang merangkai sebuah harap Zikir pada setiap tarikan nafas Inilah awal dari rangkaian p …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bunga Matahari

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. hendra lucifer saprendra says:

    kalimat yang anda rangkaikan itu benar-benar sangat menyentuh jiwa dan hati yang sedang gundah ini karena kegagalan demi kegagalan telah menyelimuti dan menjadi bayang-bayang yang tak mau lepas dari jiwa yang membatu dan hampa ini. terima kasih atas kata-kata yang anda rangkaikan dengan begitu indahnya hingga tak terasa itu semua adalah diri ini yang hina.

Leave a Reply