Sudahkah kau kabarkan pada pualam
tentang juntai-juntai hujan
yang perlahan merenda cerita
yang membuatmu tak pernah lagi tertawa
di tengah musim yang mulai melambatkan langkahnya?
Sudahkah kau sampaikan pada ranum cemara
tentang langit dan seluruh hulubalangnya
yang tak pernah reda menghadirkan sengketa
di tiap garis takdir yang kau sebut sakral
dan kau masih saja merapal?
Sudahkah kau beritakan pada tali pedati, pada rerumput hijau,
dan pada senja berbadai jingga
tentang rona yang semakin mengejarmu untuk menutup usia,
seperti pujangga yang ketakutan dikejar akhir kata-kata?
Aku sudah mendengar kabarmu dari pualam, cemara, dan tali pedati
di ujung bukit tempat mereka berada.
Kata mereka belakangan ini kau selalu bercerita hingga larut,
hingga lupa, hingga sejarahmu tentang apa dan siapa
berakhir seiring lerainya pendar cahaya.
Maaf kawan,aku tak lagi bisa membantumu menisbikan nestapa,
menciptakan anti teori tentang senyawa duka.
Aku cuma bisa mengabarkan pada mereka
tentang sahabat yang dengan tergesa pergi ke baka.
..
Nanti,sesampainya disana..
kabarkan pula padaku tentang neraka.
Sept 09
author: dika_agusta [lord_heart86@......]
Similar Posts:
- Kabarkan by raihana ziva (0 comments)
- Dalam kau terbuai di alam mimpi Tenang Mempesona…aku terpaku Harum nafasmu memburai sebarkan damai …
- dan kaulah (sang penonton) by Farhana (0 comments)
- -sudahkah kau basuh wajahmu?- malam kian dingin, dan gelap kian merangkul kesunyian, mungkin saja an …
- Aku diantara mereka by WebAdmin (4 comments)
- Ketika mereka berbicara tentang cinta, Aku hanya bisa diam membisu Ketika mereka bicara tentang kese …
- Cinta sama tak datang dua kali by lyogi (0 comments)
- Aku pernah mengenalmu, begitupun kamu pernah mengenalku Kamu pernah berjalan disisiku, begitupun aku …
- Sabtu 24 Juni’06 by WebAdmin (1 comments)
- Kupilih satu demi satu pualam putih Tertata seiring waktu Tergambar kokoh bangunan kehidupan dalam b …
- Hari Ketiga by katjha (0 comments)
- Benar orang menebar rindu sesaat, kemudian tersesat mengapungkan jejak-jejak daun ranting cemara han …
- rusuk kiri dan tirani* by WebAdmin (0 comments)
- biarkan aku menjadi seorang pecundang yang terus meradang, menghadang, menyerang kan kukuak realita …
- Tanya Yang Tak Terjawab… by lembayung (0 comments)
- cemara cintaku kini tandus membuang diri… senandung parkit biru mengiris dalam hati yang tak henti …
- cahaya by arjuna (0 comments)
- Pertama kulihat segenggam cahaya itu . . . Begitu anggun dan sederhananya Menusuk sepi di setiap sel …
- Lebih Indah Merasakan by alimcihui (0 comments)
- Saat mata yang indah tak lagi bisa untuk melihat kenyataan dalam fana Saat bibir tak mampu berucap, …
Last 5 posts by WebAdmin
- Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka - May 10th, 2011
- Kumuntahkan Dalam Bahasaku - May 10th, 2011
- Angan Di Pelupuk Mataku - May 10th, 2011
- Selembar Anganku Melambai Ringan - May 10th, 2011
- Sekerat Mimpiku - May 10th, 2011


