Elemen dalam duniaku

by enduu on February 22, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.80 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hadirmu bagai angin
Yang datang tuk segarkan hari-hariku
Namun datang tuk sekejap saja.
Hadirmu bagai air
Datang tuk melegakanku
Lalu kau mengalir kembali & meninggalkan aku.
Hadirmu bagai tanah
Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang & membawanya pergi.
Dan hadirmu bagai api
Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk padamkanmu
Ku adalah bumi,
dengan kau sebagai elemen yg mengisi duniaku…

Similar Posts:

    Elemen dalam duniaku by enduu (1 comments)
    Hadirmu bagai angin Yang datang tuk segarkan hari-hariku Namun datang tuk sekejap saja. Hadirmu baga …
    dan kaulah (sang penonton) by Farhana (0 comments)
    -sudahkah kau basuh wajahmu?- malam kian dingin, dan gelap kian merangkul kesunyian, mungkin saja an …
    Aku Kan Segera Pulang by fajargietmartha (3 comments)
    Mungkin aku harus pulang, menata pagi membenahi senja yang kutinggalkan dikelopak kamboja dinisan ke …
    Cinta by WebAdmin (0 comments)
    Hari indah Pemandangan indah Burung berkicau merdu Melagukan kata hati terindah Mereka terbang mengi …
    Setitik Api Dalam Embun Malam by katjha (2 comments)
    Menetes titik air, jatuh pada kulit tangan sejenak terasa sepi dan dingin, kemudian terpikir semua i …
    kepadamu pencuri hatiku by puisi.indonezia.net (1 comments)
    kepadamu wahai pencuri cintaku// kemanapun kau lari, kemanapun kau bersembunyi; kukatakan kepadamu p …
    Hadirmu by WebAdmin (3 comments)
    hadirmu.. entah bagaimana telah menyita segenap rinduku hadirmu.. pun telah merobek jiwa gelisahku s …
    TaK PeDuLI by Argie (0 comments)
    Aku menjadi tak peduli nyata atau maya hadirmu beri arti sendiri…. Seperti bias pelangi disenja uj …
    luka… by supernova (5 comments)
    andai ku punya sayap terbang ke langit ku kan menangis dari awan biar seluruh dunia tau hujan yang j …
    Biarkan Hujan Itu Menanti by katjha (0 comments)
    Sebuah sore, dengan aku, dia dan desir angin yang mulai menepi. masih terlalu sepi untuk sebuah perj …

Last 5 posts by enduu

Leave a Comment



Previous post:

Next post: