Narasi Di suatu Pagi


Puisi ini ditulis oleh pada
21 December 2009 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 4.14 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Dan bukan karna,hujan,angin ataupun kemarau
Pada peta perjalanan masa jahiliyah…
Saat khilafah perjuangkan rakyat jelata
Dan bukan karna,asa,siksa,ataupun jera
Malaikat memjelma bagai seorang peminta

Pagi, yang menghujamkan seribu bahasa
Dimulai saat ejaan kata tak lagi mengisyaratkan wacana
Tercucur sudah darah-darah mengalir di kediaman angan
Menghela nafas…
Embun terasa di kulit tangan..
Menyelinap butiran-butiran harapan
Pandanganku hanya tertuju pada langit…
Tentang keteguhan,moral yang seakan dapat di bayar
Nadi ku seakan merasuk otakku
Teduh dalam kiasan..
Sendu dalam lamunan..
Embun itu merasuk hatiku…
Apakah ini…bukan sekedar narasi
Ataukah persepsi..
Dari asa yang tertinggal…
Dari hati yang berbekal…
Pagi itu..hanya aku yang tau..
Bunga mekar menakjubkan…
Angin riang menyanyikan..
Embun datang menyerukan
Kar’na aku masih ada di suatu pagi
Kar’na aku masih bisa bermimpi…

Torehan puisi-puisi lainya :

    Percuma Bersenandung Lagu Indonesia Raya by bocah lemah (3 comments)
    Sorot tajam mata Sang Garuda sudah tiada, Hanya ada tetesan air di bawah matanya… Bukan karna tete …

    aku menemukan… by lyogi (4 comments)
    aku menemukan air mata dalam cinta mungkin untuk kesedihan, mungkin juga untuk bahagia aku menemukan …

    Pagi Sebuah Kerinduan by katjha (0 comments)
    Hening pagi ini kusambut bersama mataku yang mulai terbuka, tanpa kokok ayam dan tetesan embun. Pagi …

    Nikah Ilalang by katjha (0 comments)
    Bertaut dalam semak padang rawan rona tipis fatamorgana, sederet rumput-rumput kuning setengah keri …

    Cinta Bagiku by hemas_moedzz (0 comments)
    bagiku cinta tu ga ada artinya, tai kucing cinta ! ! orang bilang cinta itu asyik, tapi ada yang bil …

    Embun… by d_man (1 comments)
    embun dipagi hari menetes seperti tiada salah bening mememukau bak kala tak berdosa dingin…. menye …

    Air Mata Merapi by kepala batu (0 comments)
    Aku budak-budak yang menzinahi nafsu Bukan malaikat yang terbang di hembus angin Dengan gigi-gigi ya …

    Membaca Sebuah Pagi by katjha (0 comments)
    Desah nafas angin tertambat menyentuh pucuk-pucuk rumput berembun tumpah terderai, lirih tanpa suara …

    Kecewa… by d_man (1 comments)
    Aku kecewa pada diriku sendiri Kecewa tidak bisa mandiri kecewa tidak bisa menyelesaikan masalah sen …

    daun dan pena by dewa (1 comments)
    saat jiwa ini telah terlelah oleh dekapan sang malam di kala raga ini sendu oleh kenangan dari rindu …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Alam

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

Sites That Link to this Post

  1. PUITISME » PUISI | 14 January 2010

Leave a Reply