Kepada Para Pelukis Cahaya

by katjha on December 9, 2009

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Merah tergurat

berkas kuning mengalun

menuju putih tergambar pada latar biru

dan titik-titik hijau.

Pelukis cahaya hadirkan pagi

dalam bentang kanvas beberapa jengkal,

merangkum semesta yang terbangun dalam permainan warna.

Saat engkau tergetar

imaji berpacu dengan peluh penglihatan

kemudian terbentuk rona dan citraan kecerahan.

Dimanakah engkau sembunyikan malam

dengan kelamnya jika dalam benakmu

selalu terbayang cahaya

yang menghadirkan segala sesuatu tampak indah.

Pelukis cahaya

engkau pernah berkata padaku

“gelap adalah bayang dan kecerahan yang tertunda”

Karena aku melukis rona dan citraan yang telah tercerahkan

oleh cahaya.

Aku ingin membawa mereka

kepada kenyataan yag apa adanya,

tanpa selubung bayang.

Melukis cahaya adalah kejujuranku pada yang tampak dan menampakan watak, kepada yang menggugah imajiku

demikian  aku menyambut dengan keindahan daya ciptaku.

(Jogjakarta/Juni 2005/Katjha)

Similar Posts:

    Bertukar Bayang by katjha (0 comments)
    Mari, berdiri tegak saling berhadap, saling tatap dan mematutkan senyum untuk kita dapat mengenali p …
    Membunuh Bayang-bayang by katjha (0 comments)
    Sinar rembulan mengintip remang, tenggelam dalam citraan kelam, seulas ekspresi yang beku dan sulit …
    Bulan Sabit Menutup Bintang Cinta by katjha (1 comments)
    Andai aku bisa menggapai bulan sabit di atas mega-mega kelam hanya sekedar untuk melihat, kemudian …
    Balada Orang Merindukan Pelangi by katjha (0 comments)
    Tinggal kata, orang berucap berlalu terserak pandang, bayang menikung hilang dalam balutan mega-meg …
    Merindukan Gerak by katjha (0 comments)
    Wahai betinaku.. di bawah langit biru bergaun merah soga, engkau terdiri tegak dengan rambut terura …
    12.47 by WebAdmin (0 comments)
    Pada jeda ambang sebelum membeku kau menggariskan lirih sesuatu terdengar kelu. Yang menandai alpamu …
    Kepada Mbah Maridjan by katjha (2 comments)
    Sosok tua yang lugu dan sederhana tersenyum ramah kepada siapa saja, kini telah tiada, berpulang den …
    mEnCinTaimU aDaLaH Luka baGikU.. by WebAdmin (6 comments)
    Seperti senja yang tergantikan pekat malam Mencintaimu hingga kini adalah berjalan di atas luka menc …
    Sepekan Bersama Orang Sujenan by katjha (0 comments)
    Raut teduh merona, ditelinga kirimu terselip kuncup setengah mekar berwarna putih, saat itu aku lupa …
    Insan Cahaya by Hamdani (1 comments)
    Begitu rindunya sang Maha Kasih pada Kekasih hingga, Engkau tercipta Dengan cahayamu, ya habibi maka …

Last 5 posts by katjha

Leave a Comment



Previous post:

Next post: