December 2009

sebungkus trasi bau

December 21, 2009

Seraut wajah luka sepi Sepi lonceng tertampar mati Mati sekejap menjerit-jerit lelah Lelah trbiasa tawa asa Asa brtemu guratan ayu Ayu waktu lorong siang Siang padam malam bintang Bintang redup luka lalu Lalu jiwa slalu senandung Senandung abadi kobar hidup

Read the full article →

Narasi Di suatu Pagi

December 21, 2009

Dan bukan karna,hujan,angin ataupun kemarau Pada peta perjalanan masa jahiliyah… Saat khilafah perjuangkan rakyat jelata Dan bukan karna,asa,siksa,ataupun jera Malaikat memjelma bagai seorang peminta Pagi, yang menghujamkan seribu bahasa Dimulai saat ejaan kata tak lagi mengisyaratkan wacana Tercucur sudah darah-darah mengalir di kediaman angan Menghela nafas… Embun terasa di kulit tangan.. Menyelinap butiran-butiran harapan Pandanganku [...]

Read the full article →

Boy In the First Rain

December 21, 2009

Seperti hari yang lalu aku masih menanti kehadiran jiwamu dalam kesendirianku, masih kucoba yakinkan diriku, malaikatku akan datang senja kali ini, seperti yang kau janjikan, walau sudah sepuluh tahun yang lalu, aku akan selalu menantimu, dalam ketegaran hidup ini, kau janji padaku akan menemuiku di pertama kalinya hujan akan membasahi pantai ini, dan saat ini [...]

Read the full article →

Teman dan Cintanya

December 21, 2009

Dalam sehari perubahan terjadi Bagaimana rasa itu hilang dari hati Dan dia pun kembali sendiri Saat malam yang sepi menghampiri Berlalunya malam takkan bisa Menyingkap masa dulu bersama Ketika indah berikat selalu dengan bahagia Dan gundah takkan ada lama Kini semua telah berlalu Untuk melupakan semua itu Apa arti teman sepertiku? Yang hingga kini terdiam [...]

Read the full article →

cerita hati

December 21, 2009

hari-hari terasa hampa tanpa belaian asa yang menentramkan jiwa entah mengapa aku terlena dengan dunia yang fana hanya sekejab yang ku rasa ku inginkan jalan surga sedang aku berjalan penuh dengan rintangan kala akan menuju pada-Nya

Read the full article →

Retak…

December 17, 2009

seperti hari yang lalu dalam hati tak percaya siang sehitam malam tak ada lagi kini harapan maupun mimpi Retak… aku bersimpuh dalam pasir putih tepi pantai Retak… aku menyayat nadiku, tak percaya semua ini adalah nyata Retak.. aku melonglong dalam malam yang dingin, seperti serigala malam yang kesepian Retak… kau tertelan tanah berselimut cerita indah [...]

Read the full article →

rindu

December 9, 2009

ku merindumu rindu kan tawamu rindu kan candamu rindu kan caramu menatapku tapi malu tuk akui sungguh tak mengerti apa maksud hati entah kenapa sampai begini.

Read the full article →

Kepada Para Pelukis Cahaya

December 9, 2009

Merah tergurat berkas kuning mengalun menuju putih tergambar pada latar biru dan titik-titik hijau. Pelukis cahaya hadirkan pagi dalam bentang kanvas beberapa jengkal, merangkum semesta yang terbangun dalam permainan warna. Saat engkau tergetar imaji berpacu dengan peluh penglihatan kemudian terbentuk rona dan citraan kecerahan. Dimanakah engkau sembunyikan malam dengan kelamnya jika dalam benakmu selalu terbayang [...]

Read the full article →

aku takut,aku menyakiti

December 9, 2009

aku takut mencintai engkau bukan karena ku tak dapat mencintai tapi aku takut ketika cinta ini tak dapat bertahan dan aku ini mulai menyakiti aku takut menyayangi engkau bukan karena aku bukan penyayang tapi aku takut ketika sayang ini menjadi benci dan aku ini mulai menyakiti aku takut ikuti kata hatiku bukan karena hatiku ini [...]

Read the full article →

Mudik

December 9, 2009

Aku rindu rumah hingga 3 jam lalu aku melalaikannya hingga 3 jam lalu aku benar bersama hingga 3 jam lalu aku tersenyum lega 3 jam bersama suka 3 jam teruji semua aku rindu rumah setelah 3 jam teringat senyum hangat ibunda menyapa sanubari setelah 3 jam aku menangis terkucilku dari senyum relaku duduk terdiam selama [...]

Read the full article →

Page 1 of 212