October 13, 2009
Tawaku pada cermin pecah berbalik melihat rupaku yang mendua Kecam diri, hati berbelah rutukku saja berputus jua Masih kupijak di dalam bayangan relung gelap dalam malam kelam Kududuk dengan sepi, terdiam bintang diatas penuh sindir Langkah kaki kumantap Bingung menatap pantulan kaca Mengapa? Ada apa? pada cermin ku bertanya
Read the full article →
October 13, 2009
Malam agustus bulan membeku Mengunyah malam yang jadi sunyi Aromamu membius musim yang sendu Wahai perempuanku Kemarilah sini, hampiri aku, yang niat mencuri Lukisan sejuta asa Pepohonan waktu senja Aku berbisik pada dahannya Batangnya, rantingnya, daunnya, bunganya Aku mintai segala mantra dan jampi Perempuanku, ikutlah kau kucuri Tanggalkanlah lelakimu Mari sini balut aku dalam hasrat [...]
Read the full article →