July 2009

angin

July 17, 2009

musim dingin.. musim saat hangat menahan nafasnya.. saat angin mencari jati dirinya.. saat salju menyombongkan kesuciannya.. dan yang hidup sebelumnya seakan mati membatu.. hanya menyimpan mimpi.. musim ini.. ada sesuatu yang ingin ku bagi.. kelu lidah ku dan hangat darahku.. mereka mencoba mengungkapkan.. ada waktu yang terlewati dan kenangan yg diresapi.. ada jiwa yg tertinggal [...]

Read the full article →

dinding kamar

July 17, 2009

kedinginan ia saat kudengar bisikannya. dengan lembut mengalir kelembaban. yang saat malam terlihat angkuh. yang saat terang tersirat lusuh. langit-langit seakan ingin bersetubuh karena rapuh. derit pintu menyayat merintih mengaduh. dari lelah ia memandangiku. potret diri masa lalu tersenyum kaku. entah pilu ia melihat aku yg bersandar d sudut tak hiraukan waktu. temaram.. karena lebam [...]

Read the full article →

jujur..

July 17, 2009

sampah terurai menjadi tanah.. kotoran terurai menjadi pupuk.. bersyukurlah.. manusia terurai menjadi keduanya..

Read the full article →

mengintip dunia

July 17, 2009

wajah yang lusuh memutar asa menjalani pelik kehidupan tulus ia karena setia nurani suci tunduk bertasbih tak sudi sedikit pun terpercik dosa kelam tergantung mendung walau tak ada kolom derita di koran tak ada galaunya di media massa mereka berpeluh dalam langkah menangis dalam doa tak lelahkah ia berjalan meniti pilu tanpa ada tanya tak [...]

Read the full article →

Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum

July 17, 2009

Kala itu waktu pagi yang remang
dan masih berselimut kabut.
sebuah penggunungan yang sepi dengan kebun-kebun kopi,
masih sepi …
hening dan tiada keraguan untuk menyambut pagi
bagi sepasang capung merah yang bersiap terbang di langit biru.
“sekarang adalah musim kopi”
“besok pagi singgahlah ke pondok kebun kami,
akan kuhidangkan kopi terbaik tahun lalu”
setelah itu pastinya akan kau ceritakan tentang kebersamaan
kita yang tinggal kenangan.
pagi ini, kau sambut aku di depan pondok kebun kopimu
kau tersenyum, melambaikan tangan sambil berkata
“singgahlah..barangkali dengan secangkir kopi
bisa mencairkan kebekuan yang setelah kita lama berpisah”
Sesaat … semua hening, kemudian beranjak
riuh oleh suara burung-burung liar.
Sejenak bertemu pandang, bertukar jejak kenangan pada
pelupuk mata,
engkau tersenyum manis padaku, terlihat aku tergetar
oleh senyum yang sama tiga tahun lalu.
“Bunga-bunga kopi tiga bulan yang lalu telah tersenyum padaku,
aku tahu engkau akan kembali”
“aku percaya cinta yang tulus tidak akan terpisahkan
hanya karena ketidakdewasaan kita”
“kini temanilah aku memetik biji-biji kopi di kebun ini,
semoga di musim yang akan datang, jika bunga-bunga kopi
tersenyum, itu adalah karena kita telah bersama kembali”
Sesaat hening, di luar mentari merambat naik.
sementara aku terlarut dalam kegamangan,
menunda untuk berkata, berpikir dan merasakan
apa yang terjadi, sementara
senyumnya tiada putus menghiasi sosoknya yang
anggun dengan kecantikan yang tulus.
Dalam hati aku berkata “sialan,
kenapa aku harus jatuh cinta lagi”

(kepada Dian_W/Oktober 2007/Katjha)

Read the full article →

takut

July 17, 2009

ada yg larut.. bersenandung ngilu di perut.. menebar hasrat akan raga.. mencipta benih mengenyam petaka.. ada yang terbang mencium ruang hampa.. menyisipkan jarum titipkan racun.. dirangkul darah dibawa pada sang ajal.. dan dengan nama Tuhan aku berlindung.. mengintip para malaikat bertanduk mendayu sedu.. mencari teman berbagi panas api neraka.. kulihat diriku.. ada yg hilang.. dimana [...]

Read the full article →

Jika Saja Kita Bercinta

July 17, 2009

Jika saja kita bercinta Tak perlu samsu racuni paru Rayu malam punya kelam hisap cahaya Hembuskan asap ke temaram sendu Jika saja kita bercinta Tak perlu kau seduh kopi di malam buta Temani gelora birahi Bermasturbasi buku biologi Jika saja kita bercinta Tak lagi perlu cahaya di kota kita Toh yang lain cemburu terbakar Panas [...]

Read the full article →

bibit unggul

July 17, 2009

menari berjingkat di atas kursi berlapis kulit manusia.. lulusan sarjana tinggi akademik persuasi.. bersua karena ingin dihibahkan suara.. mencicit mencuri hati menelantarkan nurani.. kami meminta fantasi ini jangan kau jejali konspirasi tak pasti.. hanya meminta beban di pundak ini tak meneriakn lagi perih.. jangan hanya melobi mencuri kemuliaan sendiri.. kami butuh visi yang tak basi.. [...]

Read the full article →

Tahun Cupang Aduan

July 3, 2009

Tahun Cupang Aduan Cukup sejentik cuk menggeliat Untuk makan setelah terpendam dalam gelap Selembar ketapang dan obat kuat Agar mereka tambah kalap Beradu cium hingga ujung nafas Saling bunuh dalam genangan Daya tarikmu bukan di warna Ekor yang tak pudar silau Kalian hanya makhluk laga Tak perlu indah cukup nafsu purba Rela bunuh demi sejentik [...]

Read the full article →

Page 2 of 3123