Jika saja kita bercinta
Tak perlu samsu racuni paru
Rayu malam punya kelam hisap cahaya
Hembuskan asap ke temaram sendu
Jika saja kita bercinta
Tak perlu kau seduh kopi di malam buta
Temani gelora birahi
Bermasturbasi buku biologi
Jika saja kita bercinta
Tak lagi perlu cahaya di kota kita
Toh yang lain cemburu terbakar
Panas yang kita umbar
Jalang dan nakal
Penuh nafsu binal
Jika saja kita bercinta
Aku tak harus terjaga
Setubuhi tiap bait puisi
Di ikat syahwat tak berisi
Jakarta, Maret 2009
Similar Posts:
- Cemburu by WebAdmin (0 comments)
- cemburu bagai ular melilit meracuni tiap jengkal relung jiwa mengoyak melecehkan bukan hanya hati ta …
- Ketika nafsu bicara by andien (2 comments)
- Ketika nafsu bicara Maka telinga mana pun takkan mampu mengingkarinya Terlalu merdu ia bernyanyi Mem …
- Requiem Pagi Hari by Pandeka Merah (0 comments)
- akankah kita bercinta ? diantara permainan tangkap lari lalu tersekap bersembunyi namun cukup bagiku …
- Berkabar Dengan Sepasang Lampion by katjha (0 comments)
- Beku udara malam dingin, kering dan semilir angin menyayat. bagai tembang biduan yang telah beranjak …
- salahkah cinta by dedi_doank (5 comments)
- kalau cinta itu sebuah kesetiaan salahkah aku jika hati ini mendua kalau cinta itu sebuah keyakinan …
- Aku ingin bercinta by WebAdmin (0 comments)
- Aku ingin bercinta, dengan lumut dan dedaun segar dari nadimu. Bergayut manja pada bongkahan pelipis …
- tentang 22 Desember by S Aman BS (0 comments)
- “untuk dik Yun” suatu kali kau merajuk saat sebuah tanggal terlewatkan suatu kali kau bersedih saat …
- Atas Nama Enjoy dan Assoy by Bradley Setiyadi (6 comments)
- Bebaskan pikiran Lepaskan kegundahan Hilangkan kepenatan Enyahkan kepekatan Tak perlu mikirin upah d …
- Tanah Perempuan by zaki (0 comments)
- Tanah perempuan itu subur. Bila hujan turun, tiap jengkalnya ikut menari dan bernyanyi. Begitulah ca …
- Hallo Tuhan, Ini Aku by WebAdmin (0 comments)
- Hallo Tuhan, selamat malam Mari duduk di sini denganku Sekedar berbincang-bincang ringan Itupun jika …
Last 5 posts by Pandeka Merah
- Perempuanku, Ikutlah Kau Kucuri - October 13th, 2009
- Belukar - October 13th, 2009
- Aku Terjaga di Malammu - September 1st, 2009
- Requiem Pagi Hari - July 20th, 2009
- Busuk dan Membusuk ! - July 20th, 2009


(15 votes, average: 4.47 out of 5)