Kala itu waktu pagi yang remang
dan masih berselimut kabut.
sebuah penggunungan yang sepi dengan kebun-kebun kopi,
masih sepi …
hening dan tiada keraguan untuk menyambut pagi
bagi sepasang capung merah yang bersiap terbang di langit biru.
“sekarang adalah musim kopi”
“besok pagi singgahlah ke pondok kebun kami,
akan kuhidangkan kopi terbaik tahun lalu”
setelah itu pastinya akan kau ceritakan tentang kebersamaan
kita yang tinggal kenangan.
pagi ini, kau sambut aku di depan pondok kebun kopimu
kau tersenyum, melambaikan tangan sambil berkata
“singgahlah..barangkali dengan secangkir kopi
bisa mencairkan kebekuan yang setelah kita lama berpisah”
Sesaat … semua hening, kemudian beranjak
riuh oleh suara burung-burung liar.
Sejenak bertemu pandang, bertukar jejak kenangan pada
pelupuk mata,
engkau tersenyum manis padaku, terlihat aku tergetar
oleh senyum yang sama tiga tahun lalu.
“Bunga-bunga kopi tiga bulan yang lalu telah tersenyum padaku,
aku tahu engkau akan kembali”
“aku percaya cinta yang tulus tidak akan terpisahkan
hanya karena ketidakdewasaan kita”
“kini temanilah aku memetik biji-biji kopi di kebun ini,
semoga di musim yang akan datang, jika bunga-bunga kopi
tersenyum, itu adalah karena kita telah bersama kembali”
Sesaat hening, di luar mentari merambat naik.
sementara aku terlarut dalam kegamangan,
menunda untuk berkata, berpikir dan merasakan
apa yang terjadi, sementara
senyumnya tiada putus menghiasi sosoknya yang
anggun dengan kecantikan yang tulus.
Dalam hati aku berkata “sialan,
kenapa aku harus jatuh cinta lagi”
(kepada Dian_W/Oktober 2007/Katjha)
Similar Posts:
- DALAM SECANGKIR KOPI by Kiki Febriyanti (2 comments)
- secangkir kopi ini mengingatkan aku padamu pada malam yang kita lewati bersama secangkir kopi ini me …
- tahun baru … by a_de2n (0 comments)
- tak terasa tahun berganti tak ada artinya buat ku seperti hal nya cicit burung di pagi hari di awal …
- Senyum Di Pagi Januari by katjha (1 comments)
- “Selamat pagi” Engkau berucap padaku lirih tapi dengan senyum manis. Sejenak sepi, kemudian aku meny …
- Cinta sama tak datang dua kali by lyogi (0 comments)
- Aku pernah mengenalmu, begitupun kamu pernah mengenalku Kamu pernah berjalan disisiku, begitupun aku …
- suara hati ditepian karang by WebAdmin (0 comments)
- Suara hatiku dalam Hampa di keheningan terasa seperti terpental jauh… sampai terjatuh diatas genti …
- Dunia Setelah Kata by katjha (3 comments)
- Hening … Sepi …. Bersambut dengan kata-kata terucap. Kemudian sepi …. Tiada yang berubah di si …
- Kepada Ibu by katjha (0 comments)
- Sebuah senja Selepas hujan lebat dengan prahara kecil menyisakan suasana senja yang beku, bisu dan p …
- Segelas Anggur Untuk Guinevere by katjha (0 comments)
- Ini anggur dari daerah Corsica sudah 20 tahun disimpan dalam gudang. tentunya enak kalau kita habisk …
- Menulislah Perempuanku by katjha (1 comments)
- Setelah hujan reda bersama tetes-tetes air yang jatuh dari dedaunan, tulislah tentang aku yang berdi …
- Sepotong Masa Lalu by WebAdmin (0 comments)
- Sorot mata mengarah pada sudut masa lalu Dimana aku pertama melangkah di dunia yang baru Pastilah du …
Last 5 posts by katjha
- Yang Pergi Tanpa Melambaikan Tangan - March 21st, 2011
- Kepada Gadis Manis Penggesek Violin X - March 21st, 2011
- Merindukan Gerak - March 14th, 2011
- Balada Orang Merindukan Pelangi - March 14th, 2011
- Derai Cemara Udang - March 14th, 2011


(1 votes, average: 4.00 out of 5)