merajut mata dari sisi dimana ia tiada..
meninggalkan kelelahaan di antara jumputan tajam sebuah hasutan..
meragu memutar lidah tuk memetik sirat dalam kekang..
ia meluruh menahan butir darah menetes dari telinga..
menenempuh kebodohan tuk ciptakan sebuah kolase..
dan meluncur deras dari kejauhan..
aku yang tersenyum karena delay yang klise..
terbahak menahan kegetiran akan surya yang tak kunjung memapah..
dari cahaya ia kan menaruh inti suara..
menggema menciptakan debu..
dan ia manusia yang tak mempunyai qiblat..
dari mana ia kan menyucikan diri..
waktu yang tersisa menyimpan air mata..
dari goyahnya nanar sebuah tatapan..
Similar Posts:
- Senyum by ekonuryadi (0 comments)
- Bergelut dgn kenangan..serasa berdendang dengan ke …
- KETIKA CINTA MENGHADAP TUHAN by WebAdmin (1 comments)
- Masih saja aku menghitung waktu Dari debu trotoar …
- Pagi Sang Surya by Diggini (0 comments)
- Manakala warna di ufuk timur memerah pertanda sang …
- Pagi Sang Surya by Diggini (0 comments)
- Manakala warna di ufuk timur memerah pertanda sang …
- TentangMu by badai (0 comments)
- Sucikah hati.. murnikah jiwa.. Bila hati slalu gun …
- Katanya Kau Kawan Setia by Ezvya Matta (1 comments)
- dari dunia kuturunkan wajahku ke buku, dan kau sir …
- Pengembaraan Maya by WebAdmin (4 comments)
- Ingin kemudian kurangkai kata Namun tinta penaku t …
- Gelap by WebAdmin (0 comments)
- Gugah…Hatiku gugah menderah Ditengah sepi mencek …
- Hari Kelam by felicite (0 comments)
- aku… berjalan menerobos semak belukar menelusuri …
- kisah tak berjudul by N D Ahaddina (1 comments)
- Kisah Tak Berjudul malam-malamku makin sunyi binta …
Last 5 posts by galind56
- malaikat surgaku - September 1st, 2009
- angin - July 17th, 2009
- dinding kamar - July 17th, 2009
- jujur.. - July 17th, 2009
- mengintip dunia - July 17th, 2009
Like this post? Post Comment, Subscribe RSS

(3 votes, average: 4.33 out of 5)