dalam badai cinta
kawan aku ingin kau membaca tulisan ini, terutama kau, yang telah tertelan tanah, dan menjadi debu dalam hati ini…
seperti cawan terisi anggur merah, semerah darah, tumpah mengenai hati bekuku,
seperti pula lidah api yang berkorbar, membakar foto, crita, puisi, dan semua kenangan itu.
aku tahu aku sungguh mencintaimu…
namun waktumu telah habis,
aku sakit ketika aku melihat kau menangis, dan terhenti dalam nafasmu…
habis sudah semuanya…
malaikat membisikiku…”lanjutkan hidupmu, jalanmu terbenteng luas disana”
iblismu pun membisikiku…”katanya cinta sejati… ambil piasu iris nadimu.. dan kau akan menari indah bersamanya kmbali”
dan aku memilih untuk menjadi aku sendiri…
melanjutkan hidupku, dan tidak akan pernah untuk bercinta selain dengan dirinya…
itulah cinta sejati.. Iblis Keparat!!!