July 24, 2009
kawan aku ingin kau membaca tulisan ini, terutama kau, yang telah tertelan tanah, dan menjadi debu dalam hati ini… seperti cawan terisi anggur merah, semerah darah, tumpah mengenai hati bekuku, seperti pula lidah api yang berkorbar, membakar foto, crita, puisi, dan semua kenangan itu. aku tahu aku sungguh mencintaimu… namun waktumu telah habis, aku sakit [...]
Read the full article →
July 22, 2009
Hadirmu bagai angin Yang datang tuk segarkan hari-hariku Namun datang tuk sekejap saja. Hadirmu bagai air Datang tuk melegakanku Lalu kau mengalir kembali & meninggalkan aku. Hadirmu bagai tanah Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang & membawanya pergi. Dan hadirmu bagai api Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk [...]
Read the full article →