To My Queenhearth, Hawa
Berawal dari tatapan yang sangat membiusku hingga turun ke gelak tawamu dan merekahnya senyum manismu. Aku terpesona dengan Sang Hawa satu ini. Layaknya ombak menghempaskan isi hatiku untuk menyatakan rasa di dalam relung hatiku. Tinta demi kata yang aku tuliskan, tentang rasa hatiku kepadamu, Hawa.
Terhenyak aku merasa satu panah tertuju dan menancap hingga setiap cairan darahku mengalir, tumbuh disana bunga yang bermekaran indah penuh warna-warni dan semerbak wanginya.
Kulihat Sang Dewi Cinta tertawa terbahak-bahak saat itu. Apa yang terjadi?? ternyata aku jatuh cinta dengan Hawa dan aku benar-benar tak dapat menghembuskan nafasku lagi jika tanpanya, terasa sesak, sesesak sekarat. Sebab kau adalah Hawa yang tercipta hanya untukku, Sang Adam.
Terdengar gonggongan angin memenuhi telingaku, bahkan semua yang ada dunia meneriakiku. I know what the hell is that! Memang kesempatan bercinta sejati hanya satu kali.
tentang hal itu aku dapat mempertimbangkannya…
Berpikir ku menulis, cintaku padamu. Mengapa setiap aku terjaga, di pelukan mentari indah, sangat indah, tapi aku tak menyangka ternyata itu hanya ciptaan otakku yang penuh bayanganmu.
Debaran-deguban jantungku seakan berirama, mengandung arti dan makna, hingga mungkin bibirku menjadi bantalan bagi kesenjangan ungkapan kata-kata indah untukmu.
Kau benar-benar Hawa, yang dicintai hatiku, hingga ragaku melunglai oleh getaran jiwa yang aku rasakan, kuakui aku takut dan tak berarti jika tanpa senyum dan gelak tawamu.
aku hanya ingin kamu mengerti, setiap hembusan kalimat yang terucap, berawal dari teriakan hatiku, hingga menuntun jemariku untuk menulis kata-kata yang mungkin berarti buatmu, Aku ingin kamu tau, apa yang ingin disampaikan hati seorang manusia pertama yang diciptakan olehNya, pemilik roh dan jiwa ini.
Sesaat aku tersadar dari buaian.
Ahk… ( aku jatuh dari tempatku menulis dan menatap langit-langit kamarku ) apa yang terjadi padaku?? apa tulisan ini… Ahkkk…. ( sesaat aku terbangun dari otakku yang keras ini dan kulanjutkan…)
Suara detik berputar menyusuri masa. Aroma lilin terbakar menenangkan pikiranku, sebagaimana kejutan bulan dari balik awan, hingga kuterpesona menatapnya. Masih suara Adzan berkumandang, melantunkan pujian terhadapNya, pemilik roh dan jiwaku. Bersamaan datangnya rentetan burung samudera, seakan menyapaku, mencengkram langit senja.
Tersadar bahwa aku adalah Adam, berteman kertas dan pena, layaknya pohon merindukan bisikan angin. Terlihat memang terik panas matahari membakar kulitnya.
Tidak aku kira dan aku sangka hati kerasku, hanya karena senyuman dan hangatnya tawamu dapat mencair dan aku jatuh ke dalam alurmu.
Ku pegang gambar tubuhmu, layaknya seorang Bohemian yang menemukan kebebasan abadinya. Dan aku juga membayangkan bilamana di suatu masa dengan dirimu, damai, penuh dengan kasih putih dan kuajak kau mengelilingi bumi ini, atau perlu sejagad raya ini, agar semuanya tahu, bahwa kau tercipta hanya untukku.
Setiap kata, kalimat bahkan setiap lembaran yang kutulis ini adalah tentang suara hatiku yang sudah tak tahan lagi untuk menahan rasa cinta kepadamu.
Rasanya memang hatiku dan aku mencintaimu Hawa.
Similar Posts:
- fall in love by kobet_jc (0 comments)
- maafkan aku, Kebodohanku yang tak menyadari bahwa aku jatuh cinta padamu saat kau menanyakan apakah …
- Rasa ini by WebAdmin (0 comments)
- Anak hawa yang tercipta untukku kini telah datang Walau telah sekian lama aku meniti jejak ke suatu …
- Rahasia Biruku… by riksa cinta birue (1 comments)
- Biru… aku ingat saat dirimu menatap mataku dengan lembut dan berkata bahwa cintamu merupakan mahak …
- Pemulung Kata by WebAdmin (0 comments)
- Melepas kata-kata hingga membumbung tinggi ke udara cair…dibakar mentari hingga menjadi serpihan-ser …
- mulai aku bersyair by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
- Cinta ini Indah walau Tak pernah menghampiriku bertabur mimpi tak pernah nyata jalannya cadas dipenu …
- cinta by WebAdmin (6 comments)
- Sayang Aku bagai ketandusan menemukan bait yang maha indah Aku pasti bait itu ada di syurga aku ingi …
- Rindu by WebAdmin (24 comments)
- Malam mengadu rindu Kekal, menjelma kelambu Tak satu kata beradu padu Pada kotak merah jambu Aduhai …
- Karma by ngurah (0 comments)
- Tersudut berlinang diujung kamar berdebu Berselimut hangat karma yang menyiksa Tak kuasa berpaling t …
- geeks?? by andripr (0 comments)
- takdir seorang geeks hanya di temani lembutnya salju dan dinginnya malam hanya kepingan logika di al …
- Entah Apa yang Terjadi by Bradley Setiyadi (0 comments)
- Apakah jatuh cinta seperti ini Aku mencoba tak peduli Tapi aku terus dipaksa untuk peduli Aku dipaks …
Last 5 posts by Just_ste
- Undead - November 18th, 2010
- mengakhiri kisah ini untuk yang terbaik - November 15th, 2010
- 1 Cor. 13:4–7 - November 15th, 2010
- sajak matahari - November 13th, 2010
- carilah sebuah cahaya - October 22nd, 2010


(19 votes, average: 4.21 out of 5)
{ 6 comments… read them below or add one }
sedap kli boy…
pas kyk jalan cerita aq…
puitis seorang manusia akan terlihat, jika dia telah tersentuh oleh secercah cinta, pada kawan, seseorang yang ia idamkan, orang tua, keluarga,… itu karena kita diberi anugrah cinta putih… untuk mencintai, dan dicintai,… semuanya akan merasakan hal ini… kecuali orang gila…
mas ak copy…. ya
tak lupa aku catumkan alamatnya…pasti.
ya gak apa, semoga aja kamu tidak tunjukan ke wanita yang sama…
. puisinya bagus bangett ..
. menarik bikin terharuu hatiku ..
. indah sekali puisi nya ..