Tak ada detak yang berpacu lebih kencang
Kecuali ketika namaMu di serukan, Sayang
Pun tak ada debar yang begitu menggemuruh
Kecuali ketika nafas-nafas luruh bersimpuh
Kerinduan ini
Semakin deras mengalir
Hingga merasuki lembah jiwa yang paling tubir
Lalu dengan selembar hati berlumur noktah
Sebongkah cinta menghantar jiwa yang kini berpasrah
Ashar, 4 Mei, 2009
lailatul kiptiyah [laila_kip@...]
Similar Posts:
- Sunset : Waktu terbenam dimatamu by Hamdani (0 comments)
- Kau larungkan aku dalam renungan seribu penyair, t …
- Selubung Luka by WebAdmin (1 comments)
- Semoga luka-luka ini cepat sirna semoga rasa perih …
- cinta tulus by puisi.indonezia.net (4 comments)
- tulus mencintaimu tiada perasaan lain yang kumilik …
- tulus mencintaimu by puisi.indonezia.net (0 comments)
- tiada perasaan lain yang kumiliki saat ini, kecual …
- Pada Hening by WebAdmin (0 comments)
- Aku ingin rebah di dadamu menghirup segar nafas kh …
- Saat aku menulis sajak ini by WebAdmin (0 comments)
- Saat aku menulis sajak ini, sebuah sajak sederhana …
- Cinta ini membunuh mu by Wimfi Three hady Irawan (0 comments)
- Ketika kata menyelimuti dibalik senja terpukau dal …
- Perempatan by Bradley Setiyadi (0 comments)
- Kendaraan dari empat penjuru bertemu Berebut ingin …
- Jangan Pupus by dyatri (1 comments)
- pada kaki yang kadang berat menyambung langkah pad …
- Jangan Pupus by dyatri (0 comments)
- pada kaki yang kadang berat menyambung langkah &n …
Last 5 posts by WebAdmin
- ingin kuakhiri sepi di sudut hatiku - August 18th, 2010
- Seuntai Rosario Untuk Sebuah Awal - August 15th, 2010
- Ingin hidup kembali - August 15th, 2010
- Sepi - August 9th, 2010
- Aku Mati - August 9th, 2010
Like this post? Post Comment, Subscribe RSS


(16 votes, average: 3.25 out of 5)