Ironi Dari Sebuah Kemunafikan
Dia yang termenung dan termangu
Seakan-akan tersedot kedalam lubang hitam dalam pikirannya yang nyaris beku
Perangai itu masih disana
Perangai yang menghubungkan antara hati dan logika
Sebuah antagonistik yang masih menjelajahi kelimbungan
Dan masih bermain dengan kesetiaan
Atau mungkinkah ini adalah sebuah penghianatan?
Persetan dengan etika!
Bibir berkata, hati berkelana, dan Otak menyimpang entah kemana
Semua begitu kontradiksi
Tidak ada kejelasan
Tidak ada keselarasan
Dan sesosok individu hilang dari kriteria tegas atas sebuah karakteristik
Dia hanyalah maya atas dirinya…
Dia hanyalah abu-abu…
Dia hanyalah remang…
Dia tidak cukup nyata untuk menjadi nyata.
www.mizzy-sebuahperananjiwa.blogspot.com
yanny widjanarko [yuvani99@...]
Last 5 posts by WebAdmin
- Dalam damai aku membencimu - June 1st, 2009
- Gambar Hujan - June 1st, 2009
- Kekasih Abadi - June 1st, 2009
- Upgrade ke Wordpress 2.6.3 - October 26th, 2008
- Upgrade ke Wordpress 2.6.2 - September 9th, 2008
September 1st, 2009 22:32
thanks,, puisi’y dalem..