Ironi Dari Sebuah Kemunafikan

by WebAdmin on June 1, 2009

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dia yang termenung dan termangu
Seakan-akan tersedot kedalam lubang hitam dalam pikirannya yang nyaris beku
Perangai itu masih disana
Perangai yang menghubungkan antara hati dan logika

Sebuah antagonistik yang masih menjelajahi kelimbungan
Dan masih bermain dengan kesetiaan
Atau mungkinkah ini adalah sebuah penghianatan?

Persetan dengan etika!
Bibir berkata, hati berkelana, dan Otak menyimpang entah kemana

Semua begitu kontradiksi
Tidak ada kejelasan
Tidak ada keselarasan
Dan sesosok individu hilang dari kriteria tegas atas sebuah karakteristik

Dia hanyalah maya atas dirinya…
Dia hanyalah abu-abu…
Dia hanyalah remang…

Dia tidak cukup nyata untuk menjadi nyata.

www.mizzy-sebuahperananjiwa.blogspot.com
yanny widjanarko [yuvani99@...]

Similar Posts:

    Buku Jiwa Bagi Para Penyentuh Kehidupan by WebAdmin (1 comments)
    Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya Lembaran-lembaran yang sudah …
    arti kehidupan by WebAdmin (75 comments)
    suatu hari..pernah kurenungi… adakah seorang insan yang mengerti.. apakah arti kehidupan ini… pe …
    Jalan Cinta by WebAdmin (8 comments)
    kususuri jalan cinta yang dihiasi bermacam iklan cinta “cinta, begitu dekat begitu nyata” aku tak me …
    Kenapa (sadarkah) by Diggini (1 comments)
    Ketika musibah itu tiba ………. Bawah sadarku berkata.. dan bertanya. Apakah ini nyata…….. te …
    BIRU 3 by meadow (0 comments)
    Aku yakin kau setuju Seperti semuanya di tempat ini Di hadapan dinding-dinding ini Di sela deru nafa …
    Cintaku Padamu Terlalu Sederhana by camane (0 comments)
    Cintaku padamu terlalu sederhana hingga aku malu untuk meningkahinya maka aku biarkan ia bermuara de …
    Gelang Patah by derry (2 comments)
    alunan kisahku mengalir begitu deras, memaksa lirih perih tak bertepi.. syahdu aku seperti dulu, kin …
    Pagi Sebuah Kerinduan by katjha (0 comments)
    Hening pagi ini kusambut bersama mataku yang mulai terbuka, tanpa kokok ayam dan tetesan embun. Pagi …
    Bajuku Sayang by Ariena (0 comments)
    Satu dua tiga sepuluh seratus seribu Entah, entah berapa kali baju ini ku rusak Padahal baju ini sel …
    It is as it is by WebAdmin (1 comments)
    Jangan katakan kepadaku begitulah hidup, sebab aku bernapas dengannya: keberadaan, juga ketiadaan. P …

Last 5 posts by WebAdmin

{ 1 comment… read it below or add one }

Alsobrante September 1, 2009 at 10:32 pm

thanks,, puisi’y dalem..

Leave a Comment



Previous post:

Next post: