Ironi Dari Sebuah Kemunafikan


Puisi ini ditulis oleh pada
1 June 2009 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 3.63 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Dia yang termenung dan termangu
Seakan-akan tersedot kedalam lubang hitam dalam pikirannya yang nyaris beku
Perangai itu masih disana
Perangai yang menghubungkan antara hati dan logika

Sebuah antagonistik yang masih menjelajahi kelimbungan
Dan masih bermain dengan kesetiaan
Atau mungkinkah ini adalah sebuah penghianatan?

Persetan dengan etika!
Bibir berkata, hati berkelana, dan Otak menyimpang entah kemana

Semua begitu kontradiksi
Tidak ada kejelasan
Tidak ada keselarasan
Dan sesosok individu hilang dari kriteria tegas atas sebuah karakteristik

Dia hanyalah maya atas dirinya…
Dia hanyalah abu-abu…
Dia hanyalah remang…

Dia tidak cukup nyata untuk menjadi nyata.

www.mizzy-sebuahperananjiwa.blogspot.com
yanny widjanarko [yuvani99@...]

Torehan puisi-puisi lainya :

    Buku Jiwa Bagi Para Penyentuh Kehidupan by WebAdmin (1 comments)
    Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya Lembaran-lembaran yang sudah …

    arti kehidupan by WebAdmin (77 comments)
    suatu hari..pernah kurenungi… adakah seorang insan yang mengerti.. apakah arti kehidupan ini… pe …

    tanda tanya by erwin karizky (0 comments)
    tersirat ukiran sebuah kenyataan terukir siratan sebuah keberadaan menyingkirkan sbuah keyakinan men …

    Jalan Cinta by WebAdmin (8 comments)
    kususuri jalan cinta yang dihiasi bermacam iklan cinta “cinta, begitu dekat begitu nyata” aku tak me …

    Kenapa (sadarkah) by Diggini (1 comments)
    Ketika musibah itu tiba ………. Bawah sadarku berkata.. dan bertanya. Apakah ini nyata…….. te …

    BIRU 3 by meadow (0 comments)
    Aku yakin kau setuju Seperti semuanya di tempat ini Di hadapan dinding-dinding ini Di sela deru nafa …

    Cintaku Padamu Terlalu Sederhana by camane (0 comments)
    Cintaku padamu terlalu sederhana hingga aku malu untuk meningkahinya maka aku biarkan ia bermuara de …

    Pagi Sebuah Kerinduan by katjha (0 comments)
    Hening pagi ini kusambut bersama mataku yang mulai terbuka, tanpa kokok ayam dan tetesan embun. Pagi …

    Gelang Patah by derry (2 comments)
    alunan kisahku mengalir begitu deras, memaksa lirih perih tak bertepi.. syahdu aku seperti dulu, kin …

    Bajuku Sayang by Ariena (0 comments)
    Satu dua tiga sepuluh seratus seribu Entah, entah berapa kali baju ini ku rusak Padahal baju ini sel …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bunga Matahari

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Alsobrante says:

    thanks,, puisi’y dalem..

  2. warty says:

    i like it…
    memang benar semua itu.. >,<

Leave a Reply