
Loading ...
.
Dia yang merah
Jahat menjilat penuh semangat
Angin bertiup, bangkit gejolaknya
Lancang nafasnya, panaslah udara
Tumbuhlah ia sebagai pemusnah
.
Dia yang biru
Lembut membelai hening malam sunyi
Angin berhembus, dia tegar menari
Kutembus dia, aku dimarahi
Menunggu nyawa tuk ia curi
.
Mei 2008
Similar Posts:
- hingga kau hentikan by arjuna (0 comments)
- jantung dan pikiran saling berlari kencang secepat angin yang berhembus dari selatan ke utara satu n …
- Anganku hampa by Betha Pujangga Alam (0 comments)
- Biarkan terbang anganku… Lintasi indahnya cakrawala… Membelah barisan awan hitam, yang menggumpa …
- Hingga kau hentikan by arjuna (0 comments)
- Jantung dan pikiran saling berlari kencang Secepat angin yang berhembus dari selatan ke utara Awan t …
- Kutitip Rindu by WebAdmin (0 comments)
- semilir angin berhembus manja menerpa halus rambut di dahi renjana hati terasa menggebu melaut luas …
- HOopLaaa… by Clare (0 comments)
- ingin lihat keajaiban…? Sinar datang menembus celah.. Yang tak ada… HOPLA…!!! Terang benderang …
- Bingkai Malam by WebAdmin (1 comments)
- Untukmu aku bertanya. Tentang relung itu, relung malam di pelupuk mentari. Betapa aku berkali-kali h …
- Sayap-sayap kecil by raihana ziva (1 comments)
- sayap-sayap kecil.. baru kemarin kau singgah lalu kau curi hatiku sejak hari itu kau rajaku dan aku …
- Rahasia Biruku… by riksa cinta birue (1 comments)
- Biru… aku ingat saat dirimu menatap mataku dengan lembut dan berkata bahwa cintamu merupakan mahak …
- Merah Senja by anjasberguna (0 comments)
- Udara dingin menusuk tulangku yang tak lagi terbungkus sempurna Kilatan petir yang menyambar memudar …
- sang malam by oebay (0 comments)
- SANG MALAM Hening….snyap… hanya kidung angin membelai sang rimbun, sesekali brgoyang, seolah trb …
Last 5 posts by Wildan Fauzi
Tagged as:
aku,
alam,
angin,
biru,
hening,
hening malam,
malam,
marah,
menunggu,
mimpi biru comment,
puisi biru,
puisi tentang indahnya biru,
semangat
Previous post: Menuju Cahaya
Next post: Maaf
Merah & Biru
by Wildan Fauzi on May 2, 2009
.
Dia yang merah
Jahat menjilat penuh semangat
Angin bertiup, bangkit gejolaknya
Lancang nafasnya, panaslah udara
Tumbuhlah ia sebagai pemusnah
.
Dia yang biru
Lembut membelai hening malam sunyi
Angin berhembus, dia tegar menari
Kutembus dia, aku dimarahi
Menunggu nyawa tuk ia curi
.
Mei 2008
Similar Posts:
Last 5 posts by Wildan Fauzi
Tagged as: aku, alam, angin, biru, hening, hening malam, malam, marah, menunggu, mimpi biru comment, puisi biru, puisi tentang indahnya biru, semangat