BIRU 6

by meadow on May 2, 2009

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (19 votes, average: 2.95 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku bukan dalam posisi untuk bisa menolakmu

Ketika kau boleh tumpahkan semua kata-katamu dalam diam

Kalaupun aku punya sesuatu untukmu, tak berarti aku harus berlari

Karena kaupun berharap aku berjalan saja

Aku bukan dalam posisi untuk bisa mengeluh

Ketika justru kau sedang tersenyum dalam kebimbanganmu

Aku tak sanggup menatap awan yang tumpahkan hujan di kemarau ini

Membuat rerumputan terdongak sejenak untuk menjalani takdirnya, menggumam tanpa prasangka apa-apa

Karena ternyata tak cukup bagiku kutelan semua jalan

Dengan mata yang tak terpejam darahku semakin surut

Hanya bisa tuk rasakan bayang-bayang yang tak kunjung ramah

Teredam hanya kesunyian, bergolak hanya untuk sesaat

Dan berapa lama kau bersiap

Agar kau dengar hati yang bergema

Dan seberapa bisa kau tersenyum

Untuk menjemput pertanyaanmu tentang hati yang sepi

Dan kini kau sedang mengendarai awan

Beralaskan angin yang meniup dedaunan

Kaupun sombong bila membanggakannya

Kaupun menusuk hati bila mengabaikannya

Dan aku tengadah memandangmu disana

Aku silau oleh matahari diatasmu

Aku tak bisa bicara bahkan sepatah kata

Tersaput kabut dingin dataran ini

Lalu bagaimana mungkin kuharap jawabmu

Karena kata-kata kadang tak berarti

Aku hanya ingin saat ini penciptamu menggiring awan

Agar kurasa titik hujan di kepalaku

Untuk sekian lama rambutku merah terbakar matahari

Untuk sekian lama kemarau kadang menyakitkan

Dan kini kaupun sedang mengendarai awan

Beralaskan angin meniup dedaunan yang tak hijau lagi

Similar Posts:

    menunggumu by WebAdmin (0 comments)
    hujan meniupkah buliran-buliran airnya angin menghembuskan udaranya aku duduk disini menunggumu mata …
    Syair cinta untuk kekasih by WebAdmin (126 comments)
    Sayangku, kenalilah musim hujan yang basah dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering di sepanja …
    Cintaku by lembayung (1 comments)
    ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya. Merah membara dan kadang-kadang lembayung, aku jejaki …
    Sepi by WebAdmin (0 comments)
    gulita menelan menyulam gelap dlm sepi angin meniup kehampaan meliuk-liuk dlm rongga hati . . . diam …
    Kau Tulis Juga by Johannes Sugianto (0 comments)
    Karya Johannes Sugianto kau tulis juga akhirnya sebuah sajak tentang pertemuan antara kata dan bait …
    Hujan by anak_hilang (0 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim Hari mulai hujan terus Didahului dengan langit …
    HUJAN by anak_hilang (2 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim, Hari mulai hujan terus, Didahului dengan lang …
    BIRU 5 by meadow (0 comments)
    BIRU 5 Untuk apa tundukkan kepala Hatiku tergenggam Untuk apa pejamkan mata Jiwaku merindu Bayangank …
    Hai Wanita, Tersenyumlah padaku by WebAdmin (0 comments)
    Hai wanita, senyumlah padaku Walaupun kutahu kau tak tahu Akan siapakah aku dan bagaimana bisa Namun …
    cinta.. cinta by WebAdmin (8 comments)
    cinta ternyata seperti sarden kalengan ada expired datenya.. sebaiknya dimakan selagi masanya klo su …

Last 5 posts by meadow

{ 1 comment… read it below or add one }

ce May 7, 2009 at 1:19 pm

too many biru…there are some more colour in our lives…

Leave a Comment



Previous post:

Next post: