Aku bukan dalam posisi untuk bisa menolakmu
Ketika kau boleh tumpahkan semua kata-katamu dalam diam
Kalaupun aku punya sesuatu untukmu, tak berarti aku harus berlari
Karena kaupun berharap aku berjalan saja
Aku bukan dalam posisi untuk bisa mengeluh
Ketika justru kau sedang tersenyum dalam kebimbanganmu
Aku tak sanggup menatap awan yang tumpahkan hujan di kemarau ini
Membuat rerumputan terdongak sejenak untuk menjalani takdirnya, menggumam tanpa prasangka apa-apa
Karena ternyata tak cukup bagiku kutelan semua jalan
Dengan mata yang tak terpejam darahku semakin surut
Hanya bisa tuk rasakan bayang-bayang yang tak kunjung ramah
Teredam hanya kesunyian, bergolak hanya untuk sesaat
Dan berapa lama kau bersiap
Agar kau dengar hati yang bergema
Dan seberapa bisa kau tersenyum
Untuk menjemput pertanyaanmu tentang hati yang sepi
Dan kini kau sedang mengendarai awan
Beralaskan angin yang meniup dedaunan
Kaupun sombong bila membanggakannya
Kaupun menusuk hati bila mengabaikannya
Dan aku tengadah memandangmu disana
Aku silau oleh matahari diatasmu
Aku tak bisa bicara bahkan sepatah kata
Tersaput kabut dingin dataran ini
Lalu bagaimana mungkin kuharap jawabmu
Karena kata-kata kadang tak berarti
Aku hanya ingin saat ini penciptamu menggiring awan
Agar kurasa titik hujan di kepalaku
Untuk sekian lama rambutku merah terbakar matahari
Untuk sekian lama kemarau kadang menyakitkan
Dan kini kaupun sedang mengendarai awan
Beralaskan angin meniup dedaunan yang tak hijau lagi
Similar Posts:
- menunggumu by WebAdmin (0 comments)
- hujan meniupkah buliran-buliran airnya angin menghembuskan udaranya aku duduk disini menunggumu mata …
- Syair cinta untuk kekasih by WebAdmin (126 comments)
- Sayangku, kenalilah musim hujan yang basah dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering di sepanja …
- Cintaku by lembayung (1 comments)
- ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya. Merah membara dan kadang-kadang lembayung, aku jejaki …
- Sepi by WebAdmin (0 comments)
- gulita menelan menyulam gelap dlm sepi angin meniup kehampaan meliuk-liuk dlm rongga hati . . . diam …
- Kau Tulis Juga by Johannes Sugianto (0 comments)
- Karya Johannes Sugianto kau tulis juga akhirnya sebuah sajak tentang pertemuan antara kata dan bait …
- Hujan by anak_hilang (0 comments)
- Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim Hari mulai hujan terus Didahului dengan langit …
- HUJAN by anak_hilang (2 comments)
- Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim, Hari mulai hujan terus, Didahului dengan lang …
- BIRU 5 by meadow (0 comments)
- BIRU 5 Untuk apa tundukkan kepala Hatiku tergenggam Untuk apa pejamkan mata Jiwaku merindu Bayangank …
- Hai Wanita, Tersenyumlah padaku by WebAdmin (0 comments)
- Hai wanita, senyumlah padaku Walaupun kutahu kau tak tahu Akan siapakah aku dan bagaimana bisa Namun …
- cinta.. cinta by WebAdmin (8 comments)
- cinta ternyata seperti sarden kalengan ada expired datenya.. sebaiknya dimakan selagi masanya klo su …



{ 1 comment… read it below or add one }
too many biru…there are some more colour in our lives…