Archive for May, 2009

Sajak Ini Kutulis Tergesa-gesa

Sajak ini kutulis tergesa-gesa
Karena sebentar lagi
Aku tinggalkan dirimu
Dan apa yang dapat kukenang
Selain selembar catatan
: kau tak mengecup keningku.

Sajak ini kutulis tergesa-gesa
Karena semua bentuk
Tak membuat tatap mata
Bertahan seperempat menit padanya
: pun hitam rambutmu.

Sajak ini kutulis tergesa-gesa
Karena huruf-huruf mendesak tumpah
Dari batok kepala penat
Sebentuk janji pada perempuan
: aku akan selalu merindukanmu.

Seuntai kata

Ini hanya seuntai kata…

Tuk lengkapi suasana…

Meski tak ada artinya…

Ku hanya ingin ciptakannya saja…

Aku… Akan menunggumu…

Ingin ku segera memelukmu…

Membawamu tuk iringi langkahku…

Namun tak berhak aku…

Dan takkan kupaksakan itu…

Kau masih belum milikku…

Belum jadi kekasihku…

Dan ku belum jadi bagian hidupmu…

Belum jadi satu yang selalu mengisi hatimu…

Meski terasa lelah aku bertahan…

Aku akan terus menahan…

Segala kerinduan…

Dan hasrat yang tak terucapkan…

Kau bagai bulan…

Bersinar terangi gelap malam…

Terlihat oleh mataku tanpa penghalang…

Namun kau sulit tergapaikan…

Tapi aku pasti bertahan…

Karena kau tlah memberiku harapan…

Akan cintamu yang hampir mustahil tergapaikan…

Meski kutahu tak semudah itu tuk menggapaimu…

Karena yang inginkan kau bukan hanya aku…

Engkau putri raja yang didamba…

Banyak yang pangeran dan kesatria yang mencoba menggapaimu…

Sedangkan aku hanya prajurit tak bernama bagimu…

Ya… Aku memang prajurit tak bernama…

Tak sekuat kesatria…

Tak semenawan pangeran…

Hanya seorang pemimpi dengan sepenggal puisi saja…

Namun aku pasti menunggumu…

Menunggu jawaban dari cintaku…

Meski lelah aku…

Meski tipis harapanku…

Aku pasti kan menunggumu…

Sepanjang Jalan

sebuah siang ;

jalanan ramai, riuh

panas, kegerahan mencekam

ditingkah siar matahari membakar selubung

otak, agar keluar dan bertatap dengan kegerahan hati ini.

aku berjalan gontai agar kenangan yang akan terlintas pergi

bersama beranjaknya masih membekas sesaat, walau aku yakin

semua akan berakhir pada sebuah tanda tanya.

sepanjang jalan, ramai hiruk pikuk

namun bertingkah sepi oleh hatiku dan senyum perpisahan.

kemudian kami berpisah …

selamat jalan inspirasiku ….

Rindu

Rindu

Aku rindu usiaku yang telah lalu
Saat renta melapuk rasa termakan waktu
Kuingat saya kubisa hanya sederhana
Mainkan puting susu ibu
Dan lari ke bekapan ayah
Tenang….sunyi…..damai….

Kini tak lagi sama

Semua mau ku sempurna
Saat ku tak mampu semua lalu dan mencibir
Kurasa dewasa dalam kesendirian
Tempat mengadu hanya kelam surya menuju peraduan
Tenang…sunyi…damai…..

Dunia kenapa cepat berubah
Inginku kembali ke masa itu dan berakhir hanya dimasa itu
Jikalau mampu,,,,