“Selamat pagi”
Engkau berucap padaku
lirih tapi dengan senyum manis.
Sejenak sepi,
kemudian aku menyambut
“Selamat pagi”
dengan senyum yang sama
dengan wajah yang sama
untuk berharap senyum yang tulus lagi.
kemudian desah angin pagi berhembus lembut
mengantarkan senyum manismu
di pagi bulan januari.
Besok aku harus pergi,
mengunjungi kota yang jauh.
Entah kapan akan kembali
dan menjumpai engkau tersenyum padaku.
(kepada Dian-W/Agustus 2006-Jogjakarta/katjha)
Similar Posts:
- Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
- Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselim …
- Elegi Sebuah Senja by katjha (0 comments)
- “Sampai nanti”, kau berkata padaku sambil melambai …
- Di Bayang Wajahmu by katjha (5 comments)
- Melalui senja ini, dalam temaram cahaya matahari k …
- Kepada Para Pelukis Cahaya by katjha (0 comments)
- Merah tergurat berkas kuning mengalun menuju putih …
- Lentera Akhir Malam by katjha (4 comments)
- Sepi …. hening dalam gelap dan udara malam yang …
- senyum.. by Clare (0 comments)
- Senyum… Senyum bagai air di pegunungan.. Senyum …
- Pagi Sebuah Kerinduan by katjha (0 comments)
- Hening pagi ini kusambut bersama mataku yang mulai …
- Sepanjang Jalan by katjha (0 comments)
- sebuah siang ; jalanan ramai, riuh panas, kegeraha …
- Symphony Tanpa Nada “do” by katjha (0 comments)
- Beranjak naik, mengalun kidung membebaskan bunyi d …
- 3simbol by 3simbol (1 comments)
- Bentuk-bentuk….. Semua terdiam dan mulai menjent …
Last 5 posts by katjha
- Symphony Tanpa Nada "do" - February 22nd, 2010
- Kepada Para Pelukis Cahaya - December 9th, 2009
- Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum - July 17th, 2009
- Sepanjang Jalan - May 30th, 2009
- Setitik Api Dalam Embun Malam - January 13th, 2009
Like this post? Post Comment, Subscribe RSS


(22 votes, average: 3.45 out of 5)
{ 1 comment… read it below or add one }
sangat bodoh>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>mau matikah