Menetes titik air, jatuh
pada kulit tangan
sejenak terasa sepi dan dingin,
kemudian terpikir semua itu adalah embun malam ini.
Namun bisuku tetap
menjelang sebagai prasasti yang angkuh.
Dalam malam ini telah
menjelma sebagai api yang menyala
menjulang langit dengan jilatan amarah.
Embun malam membasahi kulit tanganku
hinggap sejenak memberikan rasa dingin,
kemudian jatuh ke tanah.
Setitik embun yang telah jatuh ke tanah
membawa setitik api dari
tubuh yang menanggung amarah.
Menyampaikan pada kelembutan tanah
untuk menumbuhkan sebagai sebuah maaf
di pagi yang akan segera tiba.
-Katjha-
(Persembahan kepada Santi/Desember 2008)
Similar Posts:
- Ketika Hujan Tiap Sore by katjha (2 comments)
- Semilir angin pegunungan mengalun dingin rintik-rintik renggang menjadi banyak… jatuh menjadi huja …
- Embun… by d_man (1 comments)
- embun dipagi hari menetes seperti tiada salah bening mememukau bak kala tak berdosa dingin…. menye …
- Elegi mimpi by WebAdmin (1 comments)
- Pernahkah waktu menyampaikan kepadamu tentang apa yang telah dititipkan oleh sepasang pendar mata ya …
- Bungalow 22 by resverae (0 comments)
- Angin sore seperti selembar sapu tangan menyeka Tiap Wajah ngelangut pepohonan Dan Daun-daun itu ber …
- Kamboja Kuning Setengah Musim by katjha (0 comments)
- Kemarau … Detik-detik berlanjut, mengalir dalam pusaran arus sejenak enggan untuk terhenti dan men …
- Anak Gunung by wizurai (0 comments)
- Sepasang mata burung awasi kami dari gunung Sesaat lenyap melekat pada kulit-kulit kayu yang murung …
- Guinevere III by katjha (9 comments)
- Pada pandang mengayunkan langkah kaki, berkejaran dengan temaram senja. Lembayung merah membayang, l …
- daun dan pena by dewa (1 comments)
- saat jiwa ini telah terlelah oleh dekapan sang malam di kala raga ini sendu oleh kenangan dari rindu …
- Ayat_Ayat Cinta… by lembayung (2 comments)
- melangkahku dalam keremangan senja saat rasa membayang pada hati yang penuh kelembutan seulas senyum …
- fall in love by kobet_jc (0 comments)
- maafkan aku, Kebodohanku yang tak menyadari bahwa aku jatuh cinta padamu saat kau menanyakan apakah …
Last 5 posts by katjha
- Yang Pergi Tanpa Melambaikan Tangan - March 21st, 2011
- Kepada Gadis Manis Penggesek Violin X - March 21st, 2011
- Merindukan Gerak - March 14th, 2011
- Balada Orang Merindukan Pelangi - March 14th, 2011
- Derai Cemara Udang - March 14th, 2011



(7 votes, average: 3.86 out of 5)
{ 2 comments… read them below or add one }
Ah puisi susah dimengerti karena memang tak diharuskan
Namun cukup indah dinikmati
Salam
Cinta Yang Pergi
Saat malam t’lah datang
Menggantikan siang yang t’lah hilang
Disini aku sendiri
Menanti cinta yang pergi
Saat bintang bersinar
Terang tuk menghiasi malam
Disini aku sendiri
Menanti sesuatu yang tak pasti
Haruskah aku tangisi kepergianmu kasih
Waktu pun terus berlalu
Angin pun terus berhembus
Tapi cintaku membeku
Di dalam lautan rindu
Harusnya aku sadari
Bahwa cintaku telah pergi
Dan takkan mungkin kembali
Meskipun dalam mimpi
Harusnya aku mengerti
Bahwa cintaku telah mati
Dan takkan mungkin kembali
Meski waktu telah berhenti
Bagiku kini kau dimensi
Yang takkan bisa kumasuki
Bagiku kini kau adalah mimpi
Yang takkan
datang kembali