dan kaulah (sang penonton)

by Farhana on January 5, 2009

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.40 out of 5)
Loading ... Loading ...

-sudahkah kau basuh wajahmu?-

malam kian dingin,
dan gelap kian merangkul kesunyian,
mungkin saja angin sedang marah pada daun-daun,
yang memilih diam meniru bebatuan.
perang tlah usai,
api tlah tercabik hujan,
dan bulan tetap berlari menghindar.
“di mana kuntum bunga yang kujaga dengan pedangku?”
kau bertanya pada kunang-kunang yang menghilangkan cahayanya,
hingga dia mendesis marah dan pergi.
namun sang tanah tetaplah bumi yang baik hati,
yang meniupkan tunas dari rahimnya,
hingga kau kembali berpijak di rerumputan,
dan menjemput matahari yang tersipu.
musim semi terlahir dari buah-buahan yang bermain riang di taman.

-dan, sudahkah kau membasuh wajahmu?
karena perang tlah usai,
api tlah tercabik hujan,
dan kau masih terjerat pada tali yang digantungkan di jempol bintang;
tidak terbang, berpijak pun tak mungkin.

Similar Posts:

    Hujan by anak_hilang (0 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim Hari mulai hujan terus Didahului dengan langit …
    HUJAN by anak_hilang (2 comments)
    Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim, Hari mulai hujan terus, Didahului dengan lang …
    Aku Tak Mungkin Kalah Sepertimu by WebAdmin (0 comments)
    Sudahkah kau kabarkan pada pualam tentang juntai-juntai hujan yang perlahan merenda cerita yang memb …
    Doa Malu-malu yang Setengah Memaksa, Di Usia yang Sudah Kadaluwarsa by WebAdmin (1 comments)
    Tuhan, dengan segala kerendahan hati aku meminta pada-Mu Berikan aku kata, kujadikan ia puisi berika …
    Cinta Terhapus Hujan by Farhana (4 comments)
    Bila memang kau ada untukku, mengapa angin berlalu bisu? Rinduku membelenggu hati, bebaskan aku dari …
    Tanya Yang Tak Terjawab… by lembayung (0 comments)
    cemara cintaku kini tandus membuang diri… senandung parkit biru mengiris dalam hati yang tak henti …
    hilang by fredysoegijanto (1 comments)
    sampai pada batas keputusasaan menggapai asa yang sudah hilang, tidak akan kembali walau sampai kapa …
    Bolehkah Lagi by dyatri (2 comments)
    kesunyian malam dan alunan tembang lama hantarkanku pada kenangan kita membaca lagi salinan hatimu p …
    tertunduk… by erimuda (0 comments)
    angin dan batu-batu kerikil.. rerumputan bahkan senyum bidadariku, datang kepadaku memandangku aneh …
    Gombal by WebAdmin (2 comments)
    sayang, aku mencintaimu seperti bumi mencintai matahari aku takkan mungkin bisa melangkah tanpa ketu …

Last 5 posts by Farhana

Leave a Comment



Previous post:

Next post: