Archive for January, 2009

Kecewa Akan Cinta

Terkadang Masa lalu menjadi sebuah kenangan

Terkadang sebuah kenangan menjadi penantian

Entahlah..entahlah…

Dalam hatiku berkecamuk rasa tak menentiu

Dicintai salah…mencintaipun juga salah

Terkadang ingin bebas lepas terhempas

Dimana tidak ada penderitaan

Bebas berlari tertawa dan bernyanyi sesuka hati

Tapi duniaku penuh dengan penyesalan…

Tetesan air mata dan misteri akan kekejaman

Tempat dimana bertemu dengan orang tercinta

Dia meninggalkanku dengan dendam yang terpendam

Ada rahasia dibalik kehidupannya yang tak pernah kutahu

Perlahan diriku menyadari akan sebuah kemunafikan

Oh,,Tuhann sungguh kecewa diriku…
Kecewa…kecewa… akan cinta…

Aku baru tahu

Aku baru tahu…

Kau bagaikan awan yang berselimut tanpa arah

Aku baru tahu…
Hatimu bagaikan sebuah pisau bisa menggores kapanpun

Tega…tega,,,, seseorang yang entah dimana
Menusukku dari belakang hanya karena sebuah dendam

Dendam yang tak pernah aku tahu
Dendam yang perlahan menyakitiku

Tapi aku baru tahu….
Petunjuk sang pencipta membuatku bangkit

Bangkit dari ketidakberdayaan
Bangkit dari keputusasaan
Bangkit dari kekecewaan

Dan..aku baru tahu…. Kalau dirimu tak lebih dari iblis
Dan…aku baru tahu…dirimulah pengkhianat itu.

Senyum Di Pagi Januari

“Selamat pagi”

Engkau berucap padaku

lirih tapi dengan senyum manis.

Sejenak sepi,

kemudian aku menyambut

“Selamat pagi”

dengan senyum yang sama

dengan wajah yang sama

untuk berharap senyum yang tulus lagi.

kemudian desah angin pagi berhembus lembut

mengantarkan senyum manismu

di pagi bulan januari.

Besok aku harus pergi,

mengunjungi kota yang jauh.

Entah kapan akan kembali

dan menjumpai engkau tersenyum padaku.

(kepada Dian-W/Agustus 2006-Jogjakarta/katjha)

Dari Gelap Menuju Terang

bekas tinggal pada cahaya
kini kelana dalam gelap
berharap bintang tunjuk muara
ditengah keras tubuh meratap

senjata ditangan patah sudah
kuda tunggangan mati terserak
ketika pendosa berburu berkah
dengan hati tak jua melunak

bermandi dosa bersabun taubat
menantang badai sebelum kiamat
cari ilmu biar tak mlarat
walau ajal diambang sekarat

pergi cahaya menyongsong gelap
demi fajar sejuta emas
lewati malam bermodal harap
smoga siang tak juga panas

berumah batu dalam gelap
berlantai tanah berhawa rawa
tak pernah sirna tawa berharap
suatu hari kembali cahya!

Cinta Terhapus Hujan

Bila memang kau ada untukku,
mengapa angin berlalu bisu?
Rinduku membelenggu hati,
bebaskan aku dari hukuman mati ini!

Sayap-sayap jiwaku mengelana bebas,
haturkan tanya pada setiap risau;
kemana kau cinta?

Bila memang kau ada untukku,
mengapa hati teriris perih?

Penjaga takdir diam di sudut hari,
tak membuka mata meski bintang terus mengiba.
Mimpiku tercabik nyata,
tak lagi berdaya hadirkan wajahmu.

Cintaku terhapus hujan,
tinggalkan biru pada langit yang bergetar.