Sejumput Kata untukmu, Ibu


Puisi ini ditulis oleh pada
9 December 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (18 votes, average: 4.28 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Pada sejumput kata ,

kutitipkan rindu untukmu Ibu

walau pilu tak lagi memburaikan air mata

dan resah tak lagi menyesakkan dada .

Pada sejumput kata,

kutitipkan tanya padamu Ibu

adakah nanar dalam hidupmu kini  ?

masih adakah dian dalam redupmu kini ?

masih adakah gelora dalam asamu kini ?

Hidup takkan bermakna tanpa drama, ibu

seperti halnya puisi  tanpa kata kata

ataupun bilangan tanpa angka angka

atau bahkan panorama tanpa warna

hitam,… putih,…

hijau,… kuning,…

biru,… ataupun ungu jalan hidupmu

tak usah diratapi

karena tidak ada sesuatupun yang pasti

terangkan redupmu,

gelorakan asamu  ……

Ibu

Pada sejumput kata,

kutitipkan  bunga untukmu Ibu

Torehan puisi-puisi lainya :

    Hitam Abuabu Putih by soul list (0 comments)
    Dengan jemari ini Kukirim padamu pelangi buatanku Tanpa merah, biru, hijau ataupun ungu Lengkungnya …

    Bulat hijau… by Clare (0 comments)
    Bulat hijau balut merah semu Biji kuning, keras, patahkan tulang putih, Sumbat bidang panjang dalam …

    bacalah by romeo still life (0 comments)
    Dengarkanlah Kumengadu pada embun pagi yang jatuh dalam kalbu, Adakah dia dapat menyejukan gersangny …

    Malam malam denganmu by WebAdmin (3 comments)
    Malam tadi kau ganggu aku lagi Dengan hadir dalam mimpi Bagaimana aku bisa melupakanmu Kalau kau sel …

    Sosok Rupa Yang Lain… by lembayung (0 comments)
    sosok indahnya yang membuatmu berpaling dari kasihku sunggingannya membawamu melangkah jauh meningga …

    Menanti dalam sepi by WebAdmin (0 comments)
    Kemarin kulihat ia menangis dalam hening dalam diam tanpa airmata Namun kutahu ia menangis Sekarang …

    Narasi Di suatu Pagi by Bobby (1 comments)
    Dan bukan karna,hujan,angin ataupun kemarau Pada peta perjalanan masa jahiliyah… Saat khilafah perju …

    Romansa Romanticist by Just_ste (0 comments)
    aku.. terpejam tenggelam dalam suci putih… tersenyum dalam damai yang terindah… sekelibat aroma …

    Adakah Lebih Harum by WebAdmin (4 comments)
    anyir darah adakah yang lebih harum darinya merah menetes adakah yang lebih rintik darinya nganga lu …

    Nota Rindu Buat Sahabat… by lembayung (2 comments)
    sendiri kutepis rasa sepi dihati ini, meski perihnya masih jua menghantui namun kan tetap kucoba tuk …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Cinta, Orang Tua

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. siti asriah says:

    puisi bgus n sgt mengharukan bila di bayangkan wajah ibu

Leave a Reply