Keputusan

by Farhana on December 9, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pagi itu
seribu cemas menunggu
akhir pos kesatu

Lembaran ketukan palu
dimakmumkan ribuan orang
yang dibaiat tuk setia pada negara

ratusan tawa membahana,
ratusan gumaman perantara bergema,
sisanya nanar.

Pagi itu,
mungkinkah raga bersua
namun jiwa tlah berpisah?

Similar Posts:

    hilang by fredysoegijanto (1 comments)
    sampai pada batas keputusasaan menggapai asa yang sudah hilang, tidak akan kembali walau sampai kapa …
    Aku, Cinta, dan Malaikatku by WebAdmin (0 comments)
    Teruntuk Bunda Tersayang : Maafkan kesalahan ananda :( Aku, Cinta, dan Malaikatku 1 Malam ini kau ha …
    Buku Jiwa Bagi Para Penyentuh Kehidupan by WebAdmin (1 comments)
    Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya Lembaran-lembaran yang sudah …
    dan kaulah (sang penonton) by Farhana (0 comments)
    -sudahkah kau basuh wajahmu?- malam kian dingin, dan gelap kian merangkul kesunyian, mungkin saja an …
    Disini ( Kota Tua ) by Devin_Dchy (0 comments)
    Andai waktu mampu ku putar,, ku ingin menyingkap dimana rasa salahku yang ku buat?? tiada kata yang …
    Kabarkan Padaku by Johannes Sugianto (13 comments)
    pastilah terselip di halaman buku rindu yang sering kau terima entah saat matahari baru merekah atau …
    Embun Pagi Hari by WebAdmin (1 comments)
    Butiran-butiran embun dipagi hari………. Yang menyejukan indahnya pagi……….. Menyejukan isi …
    Rindu by WebAdmin (24 comments)
    Malam mengadu rindu Kekal, menjelma kelambu Tak satu kata beradu padu Pada kotak merah jambu Aduhai …
    Mimpi buruk terindah by Farhana (0 comments)
    Sayang.. Senyum-senyum sang dewi tlah kukalungkan di lehermu, penanda engkau adalah milikku, di hati …
    Menunda Sepi by katjha (0 comments)
    Senyum masih tersimpan masih bersambut, oleh sepi dan kerentaan yang menjadi riang. Canda tawa dan r …

Last 5 posts by Farhana

Leave a Comment



Previous post:

Next post: