Archive for December, 2008

Ketika Aku Mulai Bisa Menulis

ketika aku tahu apa itu garis berbentuk

ketika aku tahu makna garis itu

ketika anganku sebanding dengan goresan garis yang tercipta

aku mulai bisa menulis

aku keluarkan penaku tuk mulai membuat hitam kertasku

kulihat dan kumaknai arti hitamnya kertasku

mataku melihat dan dimaknai oleh imajiku mejadi sebuah rangkaian

sebuah garis-garis hitam membentuk huruf, kata, tulisan bermakna

aku berhenti ketika mata dan hatiku beradu dengan otakku

pacuan jantung berdetak karenanya

terbentur hitamnya kosong imajinasi yang kusut

rangkaian-rangkaian menjadi kosong tanpa arti

mencoba luruskan pandangan dan hati

hitam dan selalu hitam tampak dimata

dan ketika aku mulai tak bisa menulis

aku terdiam, aku menangis, aku hitam….

timelines

pukul 21.00;

kita saling menyalahkan waktu

yang terus beranjak tak terdengar

hinggar terdampar di pagi.

pukul 06.00;

kubekap teriakan dengan selimut

yang tlah memprovokasi hingga ke ubun.

pukul 01.00

tidur,

terkapar,

mimpipun enggan.

Keputusan

Pagi itu
seribu cemas menunggu
akhir pos kesatu

Lembaran ketukan palu
dimakmumkan ribuan orang
yang dibaiat tuk setia pada negara

ratusan tawa membahana,
ratusan gumaman perantara bergema,
sisanya nanar.

Pagi itu,
mungkinkah raga bersua
namun jiwa tlah berpisah?

Mimpi buruk terindah

Sayang..
Senyum-senyum sang dewi tlah kukalungkan di lehermu,
penanda engkau adalah milikku,
di hati kita.

Sayang..
Engkaulah keindahan di sudut hari yang gersang,
angin yang terbangkan beban,
juga malam yang jinakkan siang.

Sayang..
Mimpi-mimpi seribu malam tlah kulalui,
dan tak lelah kumendaki tuk mengetuk pintu cinta,
namun mengapa istanamu makin tertutupi kabut?

Sayang..
Kaulah purnama penyempurna malam,
dan akulah sang malam yang ingin memelukmu,
namun mengapa cahayamu terus meredup?

Sayang..
Kau tepat di hadapku,
Dan menatapku lembut,
namun mengapa kaki ini merasa tak lagi berpijak di tanah yang sama?

Dirimu….

Hadirya dirimu memberikan suatu yang baru

Kau begitu mampu menenangkan risau dalam hatiku

Kau begitu mampu mejadi penyejuk jiwaku

Lembutnya sikapmu meluluhkan kerasnya hati ini

Lembutnya tutur katamu selalu membuaiku

Ketulusan cintamu membuatku semakin tak berdaya

 

Membayangkan parasmu hati ini menjadi tenang

Berada disampingmu jiwa ini teras damai

Rasa gundah yang melanda berlahan pergi

Rasa sakit yang menghujam berlahan sirna

Itu Karena dirimu……..

 

Dirimu selalu mengisi hatiku yang kosong

Dirimu selalu  mewarnai hidupku yang sepi

Rasa perih yang dulu menyiksa kini berlahan hilang

Rasa percaya diriku kini telah kembali

Dan kini rasa bahagia yang kurasakan saat mengenalmu