entah sudah gelas
ke berapa…
kadang sulit ku pahami
kenapa aku tak bisa berhenti
meneguk kopi
seperti pula aku tak bisa
berhenti mengenang
dirimu
samasama pahit
samasama menenangkan
Similar Posts:
- DALAM SECANGKIR KOPI by Kiki Febriyanti (2 comments)
- secangkir kopi ini mengingatkan aku padamu pada malam yang kita lewati bersama secangkir kopi ini me …
- Kekasih Luka by Kiki Febriyanti (0 comments)
- kenapa kau mau mendengar segala omongkosongku menemaniku mabuk pada malam kau yang menahan diri untu …
- “catatan malam beku” by ekonuryadi (0 comments)
- “Saudaraku…sepanjang perjalanan ini kita penuh sendau gurau yg meringankan pepat penat di hati… …
- sajak matahari by Just_ste (0 comments)
- seperti aku menulis sajak dengan tinta hitam dalam kertas yang putih tinta demi kata kutorehkan kare …
- Gombal by WebAdmin (2 comments)
- sayang, aku mencintaimu seperti bumi mencintai matahari aku takkan mungkin bisa melangkah tanpa ketu …
- Terserah Kau Saja by Bradley Setiyadi (0 comments)
- Kami semakin apatis Kami semakin muak Entah sudah berapa kali mendengar Entah sudah berapa kali dibe …
- Sambutanmu, menenangkan jiwaku by WebAdmin (0 comments)
- Kelelahan dan kelusuhan diri ini Karena beban yang menumpuk diatas meja kerja Semakin mendidihkan ke …
- beku by irul (0 comments)
- Saat Sungai berhenti mengalir, laut berhenti brombak. Beku beku seperti salju, dingin diiringi hembu …
- Tanpa Judul by WebAdmin (0 comments)
- Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis hari-h …
- Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
- Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselimut kabut. sebuah penggunungan yang sepi dengan keb …
Last 5 posts by Kiki Febriyanti
- Hilang - January 5th, 2009
- periculum in mora - October 26th, 2008
- Selamat Malam - October 26th, 2008
- Aku Kangen Kamu - October 10th, 2008
- Murung - October 10th, 2008


{ 1 comment… read it below or add one }
mesti diolah lagi biar menghentak