Sepasang mata burung awasi kami dari gunung
Sesaat lenyap melekat pada kulit-kulit kayu yang murung
:langit berubah warna
Warna api dan asap-asap mimpi
Sepasang batu kali dari mata air kami jadikan kalung
sesaat bening terkena air mata penjaga hutan yang mati bertarung
:tanah berubah dingin
Dingin kabut dan matras-matras butut
Malam ini kami berbicara
Melingkar membakar lelah untuk dijadikan bara
Malam ini kami penuh dahaga
Berbaring mengecap titik-titik air langit yang berjelaga
Biarkan kami habiskan malam
Bersama pekat dan bintang bintang bisu
Biarkan juga kami bercengkrama dengan alam
Bersama lagu dan pohon-pohon yang tertidur lesu
(terasa angin jilati kuping-kuping kami)
Sementara kami bersedih
Mengingat kawan mati oleh sepasang mata burung
(langit tak lagi bersedih tapi malah meludahi kami)
Sunyi seketika berbunyi
Langkah-langkah kaki berlari
Berjejal tubuh-tubuh basah dalam tenda kami
(Malam tak restui kami mengingat kawan-kawan yang telah mati. Langit masih meludah, api masih menyala, pohon-pohon masih tertidur dan sepasang mata burung masih terjaga)
Similar Posts:
- Belukar by Pandeka Merah (0 comments)
- buat Mei Lie yang gusar orang lupa siapa dia siapa aku kami pohon dia daun aku daun rimbun aku teduh …
- malam gelombang malam by chras dini sabewa (0 comments)
- syair mati di tengah malam entah tertidur, entah binasa tapi gelombang sunyi malam ini seakan menyi …
- Kepada Sepasang Capung Merah by katjha (6 comments)
- langit biru bersambut, bersama kepakan sayap-sayapmu, terbang tinggi di atas sebuah padang hijau. se …
- Goresan Rembulan by WebAdmin (1 comments)
- Mengejarmu adalah garis mati yang mengikatku dalam satu purnama Sebentar rembulan lalu tenggelam kin …
- Perempuanku by katjha (0 comments)
- Bukan musim tanam padi, engkau datang dan memalingkan muka terdiri di pematang sawah kering, seulas …
- GRAVITASI DI KENINGMU by arif_rizki (0 comments)
- di keningmu. telah aku lama menerka-nerka jalan yang patut untuk kubaca bersama angin disanalah pela …
- Membaca Sebuah Pagi by katjha (0 comments)
- Desah nafas angin tertambat menyentuh pucuk-pucuk rumput berembun tumpah terderai, lirih tanpa suara …
- Pohon pohon membisu by Rumphut (4 comments)
- Pohon pohon membisu Pena kertas pun membisu Kasih, ku selalu merindumu rasa kesepian samar membayang …
- Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
- Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselimut kabut. sebuah penggunungan yang sepi dengan keb …
- Suci Dalam Debu by WebAdmin (0 comments)
- Terjerembab aku dalam heningnya Tatkala pikiranku terbang kepadanya… Aku tak kuasa Akankah ku dapat …
Last 5 posts by wizurai
- Belajar menulis, Kau mengeja - September 16th, 2008
- ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2) - July 15th, 2008
- Pelita - June 16th, 2008
- Faraway - May 19th, 2008
- Buah Hati - April 29th, 2008


(7 votes, average: 4.00 out of 5)