Anak Gunung

by wizurai on September 16, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sepasang mata burung awasi kami dari gunung
Sesaat lenyap melekat pada kulit-kulit kayu yang murung
:langit berubah warna
Warna api dan asap-asap mimpi

Sepasang batu kali dari mata air kami jadikan kalung
sesaat bening terkena air mata penjaga hutan yang mati bertarung
:tanah berubah dingin
Dingin kabut dan matras-matras butut

Malam ini kami berbicara
Melingkar membakar lelah untuk dijadikan bara
Malam ini kami penuh dahaga
Berbaring mengecap titik-titik air langit yang berjelaga

Biarkan kami habiskan malam
Bersama pekat dan bintang bintang bisu
Biarkan juga kami bercengkrama dengan alam
Bersama lagu dan pohon-pohon yang tertidur lesu

(terasa angin jilati kuping-kuping kami)

Sementara kami bersedih
Mengingat kawan mati oleh sepasang mata burung

(langit tak lagi bersedih tapi malah meludahi kami)

Sunyi seketika berbunyi
Langkah-langkah kaki berlari
Berjejal tubuh-tubuh basah dalam tenda kami

(Malam tak restui kami mengingat kawan-kawan yang telah mati. Langit masih meludah, api masih menyala, pohon-pohon masih tertidur dan sepasang mata burung masih terjaga)

Wizurai,

Similar Posts:

    Belukar by Pandeka Merah (0 comments)
    buat Mei Lie yang gusar orang lupa siapa dia siapa aku kami pohon dia daun aku daun rimbun aku teduh …
    malam gelombang malam by chras dini sabewa (0 comments)
    syair mati di tengah malam entah tertidur, entah binasa tapi gelombang sunyi malam ini seakan menyi …
    Kepada Sepasang Capung Merah by katjha (6 comments)
    langit biru bersambut, bersama kepakan sayap-sayapmu, terbang tinggi di atas sebuah padang hijau. se …
    Goresan Rembulan by WebAdmin (1 comments)
    Mengejarmu adalah garis mati yang mengikatku dalam satu purnama Sebentar rembulan lalu tenggelam kin …
    Perempuanku by katjha (0 comments)
    Bukan musim tanam padi, engkau datang dan memalingkan muka terdiri di pematang sawah kering, seulas …
    GRAVITASI DI KENINGMU by arif_rizki (0 comments)
    di keningmu. telah aku lama menerka-nerka jalan yang patut untuk kubaca bersama angin disanalah pela …
    Membaca Sebuah Pagi by katjha (0 comments)
    Desah nafas angin tertambat menyentuh pucuk-pucuk rumput berembun tumpah terderai, lirih tanpa suara …
    Pohon pohon membisu by Rumphut (4 comments)
    Pohon pohon membisu Pena kertas pun membisu Kasih, ku selalu merindumu rasa kesepian samar membayang …
    Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
    Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselimut kabut. sebuah penggunungan yang sepi dengan keb …
    Suci Dalam Debu by WebAdmin (0 comments)
    Terjerembab aku dalam heningnya Tatkala pikiranku terbang kepadanya… Aku tak kuasa Akankah ku dapat …

Last 5 posts by wizurai

Leave a Comment



Previous post:

Next post: