telah habis malam
dimangsa sepi
berganti pagi yang sama
seperti kemarin
dingin dan hampa
masih sama pula
yang aku dapati
matahari,
elegi,
dan kau
Similar Posts:
- Masih… by Kiki Febriyanti (2 comments)
- masih… menemani malam berganti pagi menunggumu terjaga menyambut matahari berharap senyum dan sapa …
- Sahabat by sonyputra (0 comments)
- aku ingin kembali pada malam yang kemarin pada malam yang tak ada dingin pada malam yang aku rinduka …
- 00:00 by irsyad.zaki (0 comments)
- Jiwa adalah puisi Engkaupun tahu itu Tapi kenapa masih saja kaubaca jiwaku Persis seperti membaca ko …
- Membaca Sebuah Pagi by katjha (0 comments)
- Desah nafas angin tertambat menyentuh pucuk-pucuk rumput berembun tumpah terderai, lirih tanpa suara …
- Rutuk by Lana Azkia (1 comments)
- Tak tik tuk Mata mengantuk Tangan ditekuk, kepala tertunduk Hari yang suntuk! Dan dingin ini juga te …
- Di Bayang Wajahmu by katjha (5 comments)
- Melalui senja ini, dalam temaram cahaya matahari kulihat guratan hatimu terukir untuk mengatakan seb …
- Lentera Akhir Malam by katjha (4 comments)
- Sepi …. hening dalam gelap dan udara malam yang dingin berhembus angin yang berbisik suara-suara d …
- Setitik Api Dalam Embun Malam by katjha (2 comments)
- Menetes titik air, jatuh pada kulit tangan sejenak terasa sepi dan dingin, kemudian terpikir semua i …
- Di bawah Langit Jendela Tua, tak Kuucapkan Lagi Namamu by irsyad.zaki (1 comments)
- Di bawah langit jendela tua, tak kuucapkan lagi namamu Kita telah lelah berkabung. Pertemuan dengan …
- Jejak Kekasih… by lembayung (0 comments)
- dingin pagi melingkup dunia kecilku kuingin kau selalu hadir disetiap jaga dan lenaku kujuga ingin k …
Last 5 posts by Kiki Febriyanti
- Hilang - January 5th, 2009
- periculum in mora - October 26th, 2008
- Selamat Malam - October 26th, 2008
- Kopi dan Kamu - October 10th, 2008
- Aku Kangen Kamu - October 10th, 2008


(11 votes, average: 4.36 out of 5)
{ 2 comments… read them below or add one }
Puisi yang singkat..
Namun buat aku sarat makna..
kita sama..
kau!? Siapa? Siapa dia? Mataharimu? Bercampur elegi penat sumpek gelap penat nanar… “semua orang orang memang terlahir gila.!!
ki’, puisimu tegas sekali. bikin sesekali merinding…