Perempuan di Atas Perempuan


Puisi ini ditulis oleh pada
4 August 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Dimana perempuanku diantara seribu perempuan…
akankah dia muncul dengan senyum seindah mentari timur…

Dimana perempuanku diantara sejuta perempuan akankah dia datang menyapaku dengan keceriaan pucat pasi embun pagi…

Dimana perempuan belahan jiwaku
yang seperti bidadari…
menari-nari dipelupuk mata

Dimana perempuan jantung hatiku yang membawa kedamaian surga
jalan menuju keabadian-NYA

Dimanakah perempuanku diantara ilalang yang bergoyang…
menghembuskan sepoi angin berlagu merdu
menidurkanku di teriknya hati

Dimana perempuanku diantara wangi kembang senja…
begitu harum…
menyeruak diantara kegalauan jiwa

Dimana perempuanku…
perempuan pelantun melodi cintaku…
yang meniliskan cerita
hitam dan putih hidupku

Dimana perempuanku
PEREMPUAN DIATAS PEREMPUAN
dengan tutur halus
bangunkanku dari belenggu mimpi
oh…
ternyata disini perempuanku
perempuan dari rajut benang sutera emas
begitu indah…
meskipun seutas talinya telah putus

PEREMPUAN DIATAS PEREMPUAN
dialah perempuanku
Anggun…
Sang Bidadari surga

Puisi kiriman dari Deddy Kusuma Wardhana
http://akudeka.page.tl

Torehan puisi-puisi lainya :

    di cafe by dusone (0 comments)
    keriput dilelangit café ini menyiratkan, begitu lama kau aku menapaki perjalanan ini. begitu juga d …

    Menulislah Perempuanku by katjha (1 comments)
    Setelah hujan reda bersama tetes-tetes air yang jatuh dari dedaunan, tulislah tentang aku yang berdi …

    Launching BUKU RONA KATA : Sepuluh Perempuan Pecinta Puisi (from Bandung) by WebAdmin (0 comments)
    “Puisi pada hakikatnya merupakan refleksi ekspresif jiwa yang diungkapkan dalam untaian kata-kata da …

    Perempuan by WebAdmin (0 comments)
    Berpuisi indah-indah Tapi seolah tak menahu apa-apa Badannya capai, letih dan lelah Apalagi hati, sa …

    cahaya by arjuna (0 comments)
    Pertama kulihat segenggam cahaya itu . . . Begitu anggun dan sederhananya Menusuk sepi di setiap sel …

    Bidadari Diujung Senja by WebAdmin (2 comments)
    ini cerita tentang ibuku, timbul sayapnya di kedua bahu, lalu dia pergi, katanya untuk menantang mat …

    Perempuanku, Ikutlah Kau Kucuri by Pandeka Merah (0 comments)
    Malam agustus bulan membeku Mengunyah malam yang jadi sunyi Aromamu membius musim yang sendu Wahai p …

    Sayap patah by Wimfi Three hady Irawan (3 comments)
    Sayap2 aku yang patah… Aku bentangkan dengan jiwa terluka kucoba paksakan namun angin begitu kuat. …

    by Ajiel Gibran (0 comments)
    Aq menari diantara luka mencoba berlari dari semua Diantara byg itu aq mencoba sembunyi Kehadiran mu …

    Mengejar Bidadari by Bradley Setiyadi (2 comments)
    Kalau kata Ari Lasso, kita takkan pernah berhenti mengejar matahari Aku pun juga begitu Tapi aku tak …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Cinta

Leave a Reply