di

by 21040058 on August 4, 2008

lain musim terlalu sia-sia,

cadar belum tercabik juga, sedangkan jiwa tinggal secarik.

keping salju mencair, dan karang menggigil diterpa ombak,

hanya cinta yang masih mengesalkan, inginnya tetap hina.

Similar Posts:

    Terlanjur Khidir di Tangan Bunda by WebAdmin (0 comments)
    Terlanjur Khidir di Tangan Bunda *edelweis Berlayarlah hingga batas mana cinta pernah kita idamkan J …
    Pada Satu Musim Bunga by WebAdmin (1 comments)
    Lalu pada musim dimana bunga-bunga mulai menyala di jemari peri Ombak dan burung-burung mengirimkan …
    angin by galind56 (3 comments)
    musim dingin.. musim saat hangat menahan nafasnya.. saat angin mencari jati dirinya.. saat salju men …
    dan kaulah (sang penonton) by Farhana (0 comments)
    -sudahkah kau basuh wajahmu?- malam kian dingin, dan gelap kian merangkul kesunyian, mungkin saja an …
    Biarkan Hujan Itu Menanti by katjha (0 comments)
    Sebuah sore, dengan aku, dia dan desir angin yang mulai menepi. masih terlalu sepi untuk sebuah perj …
    Merindukan Gerak by katjha (0 comments)
    Wahai betinaku.. di bawah langit biru bergaun merah soga, engkau terdiri tegak dengan rambut terura …
    Tanya Yang Tak Terjawab… by lembayung (0 comments)
    cemara cintaku kini tandus membuang diri… senandung parkit biru mengiris dalam hati yang tak henti …
    KATA SELEMBAR KERTAS SEPUTIH SALJU by WebAdmin (1 comments)
    Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selam …
    Jujurlah Padaku! by WebAdmin (4 comments)
    Jika sekiranya kau bukan lagi bagian dari taman kahyangan itu…. Ibarat bunga yang telah dipetik, dip …
    Hey by katjha (0 comments)
    Memandang wajahmu, temaram dalam rentang hujan abu surya redup bagai mega turun mengaburkan bayang …

Last 5 posts by 21040058

Leave a Comment

Previous post:

Next post: