Upgrade ke wordpress 2.6.1
Puisi.Org kembali melakukan upgrade engine wordpress 2.6 menjadi wordpress 2.6.1, untuk melihat detil perbaikan dari wordpress ini silakan di lihati di sini saja
Puisi.Org kembali melakukan upgrade engine wordpress 2.6 menjadi wordpress 2.6.1, untuk melihat detil perbaikan dari wordpress ini silakan di lihati di sini saja
harapan-harapan yang telah terpenuhi tidak hanya membuatku bahagia
tetapi dengan tidak sengaja telah menghancurkan impian yang selama ini telah ku tanamkan dalam diriku
jiwaku haus, haus akan kebahagiaan yang seharusnya ku raih
perih, sakit selalu menyertai hati kecilku
andai semua orang dapat merasakan apa yang aku rasakan
mungkin mereka juga akan melakukan hal yang sama seperti hal bodoh yang telah aku lakukan
tolong aku…….
Satu dua tiga sepuluh seratus seribu
Entah, entah berapa kali baju ini ku rusak
Padahal baju ini selalu menjagaku
Melindungiku dari panasnya dunia
Menghangatkan dari bekunya suasana
Alibi bak tameng baja nan kokoh
Aku menyayangi bajuku ini kok
Tiba-tiba satu kancing terlepas dari tempatnya
Sedikit terbuka dadaku
Tak apalah masih ada kancing yang lain
Tak peduli dengan satu kancing yang terlepas
Baju itu tetap setia melekat
Selalu menjagaku
Melindungiku
Dan menghangatkanku
Namun debu yang melekat tak ku abaikan
Kotoran ku anggap angin lalu
Noda-noda..ah sudah biasa
Satu persatu kancingnya berjatuhan
Jahitan pinggirnya semakin menganga
Ah..tak apalah
Baju ini masih melekat di badan
Masih bisa menjagaku
Masih bisa melindungiku
Dan ya..masih bisa menghangatkanku
Tiba-tiba tiupan amarah datang menerpa
Mengibas-ngibaskan baju itu
Ku coba menahannya sekuat tenaga
Baju itu seakan mau terlepas
Begitu kencangnya angin itu
Badanku menggigil
Dinginnya meresap kesetiap sudut tulang
Kurasakan tiada lagi yg menjagaku
Tiada lagi yang melindungiku
Dan tiada lagi yg menghangatkanku
Tersadar di atas lidahku
Semua bertopeng ego
Semua beralaskan ingkar
Semua menyakiti
Semua tiada berarti
Semua
Kukumpulkan seluruh energi
Kumantapkan kaki-kaki
Kukokohkan dinding hati
Untuk menggerakkan lidah ini
Maafkan aku sayangku
Maafkan aku
Puisi mu begitu puitis..
Makna lisan mu begitu dalam..
Arti sikapmu begitu luas..
Kata hatimu begitu menghujam..
Tak mampu ku menatap..
Tak mampu ku berucap..
Tak mampu ku besikap..
Hanya hati yang dapat menangkap dan merasakan..
Meski misteri belum juga tersibak..
Ach Sayangku…
Selalu ada dua sikap yang aku tangkap…
Kadang sangat romantis seromantis untaian nyanyian cinta…
Kadang cuek seolah tak ada apa-apa…
Entah makna apa yang tersirat…
Tak mampu sepenuhnya ku ungkap…
Sampai tak berani aku menafsirkanya…
Aku hanya hati yang mengikuti kata hati ku sendiri..
Ku akan mengalir seirama apa kata hatimu..
Bila hatimu masih mengetuknya ku akan ikuti kemanapun dia pergi..
Dan bila itu hanya fatamorgana….aku tetap akan mengiringinya..
Kumiliki sepenggal cinta yg tak urung jadi nyata…
Dan sebuah rindu yang hanya mungkin aku sendiri yang mengerti…
Karena dirimu tak mungkin ku miliki…
Seakan penantian yang tak berujung…
Ku tempuh jalan hidupku
Sambil berjanji dalam hati tuk selalu menyayangimu
Meski bayangmu selalu hadir dalam angan dan mimpiku
Kucoba tuk mengerti bahwa asa ini adalah asa yang tak bertepi
Dan kini….aku jatuh cinta lagi
Bila kau baca coretan ini
Jujur aku sangat merindukanmu
Walau tak pantas untukku berharap tentangmu
Karena kau bukan milikku
Kendati berat rasa rindu yang ada…
Tapi ini adalah realita…
Dan aku hanya bisa berucap…
aku sangat mencitaimu….