Kesetiaan


Puisi ini ditulis oleh pada
25 July 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 4.08 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Kesunyian mengikuti langkah kaki sang malam

Setia menanti dari ujung senja hingga diperaduan

Meski berselimutkan kedinginan

Dengan diiringi hymne kesunyian

dan hanya bersandar pada rasi bintang

Kesunyian tetap menggenggam jemari sang malam

Dengan langkah perlahan menyusuri sungai kehidupan

Melewati lembah, singgah di puncak gunung

Terbawa angin kedesa-desa

Terseret ombak ketengah samudra

Kadang hujan gerimis menemani, bahkan hujan badai sekalipun

Hembusan topan mendorong kekota besar

Berbaur dengan hiruk pikuk kehidupan

Kesunyian tetap setia mendampingi sang malam

Meski ada saatnya kemesraan itu terganggu

oleh gemuruh halilintar

dan hingar bingar kota besar

Setianya kesunyian pada sang malam

tetap tak tergoyahkan

sight-cla10

Serpong, 11-01-’03

00.15 wib

Torehan puisi-puisi lainya :

    Langkah-Langkah Kecil by romahamzani (0 comments)
    Langkah-langkah Kecil …… Adalah hidup kami Langkah yang mengiringi deru nafas Setapak demi setap …

    Jangan Pupus by dyatri (0 comments)
    pada kaki yang kadang berat menyambung langkah   pada jiwa yang kadang letih menyimpan tanya & …

    Jangan Pupus by dyatri (1 comments)
    pada kaki yang kadang berat menyambung langkah pada jiwa yang kadang letih menyimpan tanya pada hati …

    Rembulan by sight_cla10 (0 comments)
    Kembali aku terbentur Didinding kesunyian Hanya bisikan angin malam Singgah dan lewat di telinga Lag …

    Penjaga Mawar dan Kehidupannya by omegachaos (0 comments)
    Bulan tak juga penuhi Malam itu sinar bulan tak menyapanya Namun tak sesunyi malam Gemerisik bunga m …

    senyum.. by Clare (0 comments)
    Senyum… Senyum bagai air di pegunungan.. Senyum bagai air pelepas dahaga.. Senyum bagai kerinduan …

    dan kaulah (sang penonton) by Farhana (0 comments)
    -sudahkah kau basuh wajahmu?- malam kian dingin, dan gelap kian merangkul kesunyian, mungkin saja an …

    Hawa Penderitaan by rakawijaya (1 comments)
    Langkah malam semarak pudar Hanyut mengalir sebait senyuman Akankah menjadi takdir akhir renungan Ha …

    Saling Menyayangi by bugi santoso (0 comments)
    Bagai sepasang merpati putih yang terbang berkelana Melabur kekosongan diri…mencari cinta apa adan …

    Surat Cinta by WebAdmin (0 comments)
    Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib, Dan angin mendesah mengeluh dan …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bebas

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

Sites That Link to this Post

  1. IT’S my BLOGGGGG » Blog Archive » SETIA TU BISA | 7 September 2008

Leave a Reply