Untukmu Selalu


Puisi ini ditulis oleh pada
24 July 2008 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.40 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

I
Dengan baik masih dapat kuingat
Di bulan enam, hari ke empat
Musim hujan yang terlambat
Dan awan berkumpul gelap

Ketika hampir kau telat datang
Hari mulai menjadi malam
Dan kita berlari setengah jalan

Meninggalkannya. Pindah ke Jakarta
Di rumah sederhana, pinggir tengah kota

Aku tunjukkan kau daerahku,
rumahku, dan kamarku
Aku kenalkan kau pada
kedua orangtuaku

Aku mendengarkanmu
Keinginanmu…
Aku mendengar lagumu
Dan kau dengarkan juga punyaku!!

Aku memberikan puisiku
Kamu balik beri aku diarimu

Waktu telah berlalu
Dan terus berpacu

Seolah semua terlihat indah
Kelopak mawar kau cat merah

II
Kita pergi ke bioskop malam minggu
Nonton drama cinta yang romantik
Film Titanic
Sungguh begitu mengharu biru

Aku senang melihatmu tersipu malu

Aku ajak kau berenang
Tenggelam di kolam ketidaksadaran

Di pinggir kolam kita bergurau canda
Kau menggelitikku mesra

Waktu terus berpacu
Dan terus melaju

Aku masih berharap
Masih terus berharap
Sampai habis suaraku berteriak

Aku belajar mengenalmu
Belajar mengerti dirimu

Aku,
Untukmu selalu.

Puisi kiriman dari Choirul Saleh (nomocknohurtjustlove@…)

Torehan puisi-puisi lainya :

    Layaknya Drama by omegachaos (0 comments)
    Kami bertemu untuk berpisah Kami berjanji untuk tak saling jatuh cinta Meski dengan dirinya yang beg …

    Lukisan Senja (menjelang) Basah by WebAdmin (1 comments)
    Tetes aku bertetesan. Hembus aku berhembusan. Saat kulewati detak. Meranggas ia meninggalkan dewa. D …

    Kamu dan Aku by WebAdmin (4 comments)
    Kalau aku ini satu maka aku adalah tiada Kalau pijakmu jengah maka aku terbang saja Kalau aku awan d …

    Sejumput Kata untukmu, Ibu by dedi_doank (1 comments)
    Pada sejumput kata , kutitipkan rindu untukmu Ibu walau pilu tak lagi memburaikan air mata dan resah …

    pEngArtIAn by hemas (1 comments)
    Malam yang panjang terasa hanya sesaat, Mata kan terpejam sebelum kau datang Aku kan selalu sayang p …

    Embun Pagi Hari by WebAdmin (1 comments)
    Butiran-butiran embun dipagi hari………. Yang menyejukan indahnya pagi……….. Menyejukan isi …

    Rindu Cinta Pertama by WebAdmin (1 comments)
    Rindu Cinta Pertama A poem by AR, Jika kau merasa seperti rinduku Satu kenangan cinta pertama akan d …

    Masih… by Kiki Febriyanti (2 comments)
    masih… menemani malam berganti pagi menunggumu terjaga menyambut matahari berharap senyum dan sapa …

    Ayat_Ayat Cinta… by lembayung (2 comments)
    melangkahku dalam keremangan senja saat rasa membayang pada hati yang penuh kelembutan seulas senyum …

    fall in love by kobet_jc (0 comments)
    maafkan aku, Kebodohanku yang tak menyadari bahwa aku jatuh cinta padamu saat kau menanyakan apakah …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Cinta 2 Insan

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Chester in Progress says:

    Keren, puisi kmu bleh juga. Hehehee… : )

  2. gaskins says:

    gag ngrt jln puisi nya

Leave a Reply