Mengenangmu

by WebAdmin on July 24, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Mengenangmu membuatku mengerti kau ibarat jelmaan keindahan tuhan berbentuk perempuan.bening matamu sebentuk telaga yang memberi kedamaian,mengenangmu adalah membuatku sadar betapa aku terlalu mengharapkan kau hadir disini.

Puisi kiriman dari Dhino

Similar Posts:

    Diam by WebAdmin (0 comments)
    Laksana diamnya karang,inilah ksndirian yang panjang,melampaui segala rasa, semenjak kau memilih jal …
    Ketika by raihana ziva (0 comments)
    ketika senja menyapa aku kembali mengenangmu kembali merindumu kembali meratap ketika santun waktu m …
    riap by noe (0 comments)
    TUHAN , ajarku mengerti apa yang terjadi , disaat semua pergi , agar aku tak sepi . TUHAN , bimbing …
    biarkan by WebAdmin (0 comments)
    Sayapku rapuh Aku tak bisa menerjemahkan Seisi hatimu, terlalu rendahnya aku Langkahku sempit Aku ta …
    Kau Menungguku Membatu by WebAdmin (0 comments)
    waktu lapuk kita masih terduduk empuk sudut malam yang kian pudar bibirmu yang mekar dikecup mimpiku …
    Tentang Sebuah Keindahan by Just_ste (2 comments)
    menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau.. memejamkan mata.. biarkan raga ini bergerak se …
    Saat Kau Miliknya by WebAdmin (0 comments)
    waktu lapuk kita masih terduduk empuk sudut malam yang kian pudar bibirmu yang mekar dikecup mimpiku …
    Hidup Itu Indah by Just_ste (2 comments)
    Pertama kalinya aku hadir di dunia ini… Aku tak mengerti apa-apa.. Lemah, dan sungguh rentan.. Tak …
    SALAHKU KAH ? by WebAdmin (4 comments)
    apakah aku terlalu cepat datang menghampirimu untuk mengatakan betapa aku menyayangimu apakah aku te …
    SALAHKU KAH ? by WebAdmin (2 comments)
    apakah aku terlalu cepat datang menghampirimu untuk mengatakan betapa aku menyayangimu apakah aku te …

Last 5 posts by WebAdmin

{ 1 comment… read it below or add one }

Soen3r July 31, 2008 at 12:08 pm

Oke banget,tapi buka satu puisi koq jadi banyak tampilanya.

Leave a Comment



Previous post:

Next post: