Sepenggal Syair Malam


Puisi ini ditulis oleh pada
21 July 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Saat malam mencapai puncaknya
dan embun malam tengah berkuasa
disitu kurasakan perihnya tusukan cinta
mengoyak segala rasa, tanpa ada sisa
aku merasa bukan lagi menjadi diriku
karena otakku diliputi rasa yang tak akan pernah sirna
aku menjadi mabuk demi kuturuti katanya
rasanya tak perduli seberapa besar api
sedalam apapun lautan, selebar apapun jurang
dan sepedih apapun siksa, harus kulewati semua
tapi…..
itukah jalan keluar, itukah solusi
atau…..
bukankah itu semua implementasi dari kebodohan
bukankah itu pengungkapan akan kerdilnya manusia
bukankah itu penampakan sifat kekanakan
dari manusia yang merasa dirinya dewasa
sombongnya jiwa yang merasa besar
meski jiwa ini sebenarnya kosong tak berarti
apa yang bisa dilakukan manusia dengan jiwa kosongnya
selain mimpi pula disiang bolong
karena tak ada yang benar-benar nyata, tak ada yang benar-benar serius di alam dunia,
kecuali sudah kembali kepada-Nya
jadi…intinya adalah hanya pasrah pada Dia
pemilik alam raya dan isinya.

*untuk mawar merahku

Serpong, 22 maret 2001
01.30 wib.

Puisi Kiriman dari Sight_Cla10

Torehan puisi-puisi lainya :

    Detak Manusia by jibril_aryosa (0 comments)
    Kini aku benar-benar merasa hina Berhentilah kau melambai-lambai Karena segara ‘kan kupatahkan lenga …

    oh yes, i’m atheist, by the way by zakaria akbar (7 comments)
    sebentar lagi ramadhan, dan aku membenciMu. call me stupid. call me lost. jika dunia ini adalah sebu …

    kini kurasakan juga by supernova (1 comments)
    dahulu aku tak pernah percaya begitu perih terluka karna cinta akhirnya kini kurasakan juga ternyata …

    penyesalan by puisi.indonezia.net (0 comments)
    mungkin engkau merasa bahwa aku adalah manusia paling bahagia di dunia ini, yang merasakan banyak ci …

    Dilema Setrum by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Tanah kita sangat kaya Penuh dengan sumber-sumber energi Yang dapat digunakan sebagai pembangkit Dar …

    Lebih Indah Merasakan by alimcihui (0 comments)
    Saat mata yang indah tak lagi bisa untuk melihat kenyataan dalam fana Saat bibir tak mampu berucap, …

    Aku tak tau . . . by d_man (1 comments)
    Ada apa dengan semua ini Aku tak tau Mengapa semuanya terjadi pada diriku Aku tak tau Apakah semua y …

    Disharmoni by abu-abu (0 comments)
    Peledak menempeli tengkorak kepala Siap membuat lubang besar Tak ada yang bisa merubah pikiranku Tak …

    Menjadi Manusia by arycorleone (0 comments)
    Terbelenggu sepi Dalam ruang hampa hati Teriakkan Aku Teriak sampai semua tertidur Kepenatan Lelah m …

    Menjadi Manusia by arycorleone (2 comments)
    Terbelenggu sepi Dalam ruang hampa hati Teriakkan Aku Teriak sampai semua tertidur Kepenatan Lelah m …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bebas

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. ryan says:

    Senja brgnti fajar.
    Di sni q msh menanti.
    Cnta yg kian tk pazti.
    Langkah kaki tk lelah menapaki krasy bebatuan.
    Demi menggapai sebuah impian.
    Namun smua it tetap saja hampa.
    Krn yg ku jalani hanya di mimpi belaka.

Leave a Reply