NOT

Aku berjalan di beberapa penggalan.
Tak menyisakan apa apa.
Tak kukenali harummu yang khas itu.
Hanya tinggi rendah tepian batu yang kudapati.
Aku kembali ke awal dan berjalan lagi.
Kali ini aku punya niat.
Kujejaki satu anak tangga dengan penuh konsentrasi.
Kuhapalkan keadaan kanan kiri.
Hitam, titik, atau bendera yang beradu.
Aku coba mengatur detakku serupa jantung.
Sedikit ilmu kumuntahkan dibawahnya.
Merasakan beberapa detik bunyi nyaring berlari.
Kuikuti terusannya.
Kini teramat ke atas dan meloncat jauh. Seperti kodok kodok madagaskar yang lincah dan sehat.
Di tiang atas aku berlagak.
Lalu kurangkai jejakku terdahulu.
Coba resapi dalam dalam.
Didepan tak ada jalan.
Aku terheran karena lubang menganga.
Kujatuhkan fikirku kesana tanpa raga.
Hasilnya nihil.
Detakku kembali berlagu.
Sedikit waktu aku minum jamu.
Ambil botol dan wafer kering.
Ini belum satu penggal.
Hanya satu yang kutahu.
Dengung panjang tak berarti pulang.

 

Kiriman dari: Koedankhatha (ndranezia@..)

Last 5 posts by WebAdmin

Popularity: 3% [?]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Leave a Reply


Tautan komentar adalah nofollow free.
20 views