Gelap


Puisi ini ditulis oleh pada
17 July 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 2.90 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Gugah…Hatiku gugah menderah
Ditengah sepi mencekam dikelilingi kabut hitam kelam
Pekat…sungguh pekat tak terlihat setitikpun
Hanya ada aku dan tubuhku
Beribu-ribu bintang dan secerca cahaya bulan
Tak mampu mengalahkan kegelapan dihatiku
Hanya terdengar suara rintihan alam yang berbisik
Seolah membicarakan aku
Sampai tak terdengar semakin menjauh
Alunan nada nafasku masih melekat ditubuhku
Dan tak terasa sang waktu selalu menanti
Begitu luas hamparan gelap membayang di benakku
Hingga aku berlari mencari sudut
Akhirnya…Aku temukan titik cahaya
Cahaya yang membebaskan aku dari gelap dan sunyi
Tapi semakin berat aku melangkah semakin dingin kurasa
Terang membuat kelopak mata turut menunduk
dan ramai suara alam pun saling menyahut
Aku terus dan terus menerobos hingga nafas terakhirku
Saat kuangkat kelopak mata suruhan hati
Ternyata aku meninggalkan ragaku
Ajal menjelang, Allah memanggilku

Dikirim oleh: Riski Gultom (aruun_shabir@….)

Torehan puisi-puisi lainya :

    Lentera Akhir Malam by katjha (4 comments)
    Sepi …. hening dalam gelap dan udara malam yang dingin berhembus angin yang berbisik suara-suara d …

    Melawan Cahaya by omegachaos (0 comments)
    Aku tidur di antara tawa dan doa Terlelap dalam selimut cahaya Aku tertidur setelah sekian lama Tiad …

    Rindu Senyumku… by lembayung (0 comments)
    mendung itu berubah menjadi guyuran hujan rinai bukan saja deras tapi sudah teramat sangat hingga me …

    cahaya by arjuna (0 comments)
    Pertama kulihat segenggam cahaya itu . . . Begitu anggun dan sederhananya Menusuk sepi di setiap sel …

    Mohon Jangan Lepaskan Aku, Begitu Saja by derry (0 comments)
    Redup mu membutakan mata hati ini yg gelisah , seolah menampar aku yg tertidur .. bergema dan membua …

    Dari Gelap Menuju Terang by bangsyad (3 comments)
    bekas tinggal pada cahaya kini kelana dalam gelap berharap bintang tunjuk muara ditengah keras tubuh …

    Bintang by anjasberguna (0 comments)
    Apakah arti sesungguhnya dari sebuah bintang? Yang kita tahu, bahwa bintang hanyalah sebuah benda as …

    Anak Gunung by wizurai (0 comments)
    Sepasang mata burung awasi kami dari gunung Sesaat lenyap melekat pada kulit-kulit kayu yang murung …

    Cemburu by WebAdmin (0 comments)
    cemburu bagai ular melilit meracuni tiap jengkal relung jiwa mengoyak melecehkan bukan hanya hati ta …

    antara dia dan kata “kembali” by dwiky arifian (2 comments)
    Sebahagian waktuku hilang, ini benar benar menghilang… ntah di mana,tapi aku mencoba untuk tenang.. …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Religi

Leave a Reply