Embun Pagi Hari


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (23 votes, average: 4.13 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Butiran-butiran embun dipagi hari……….
Yang menyejukan indahnya pagi………..
Menyejukan isi relung hati………
Mendamaikan jiwa raga ini…………..
Tetesan embun dipagi ini……….
Mengalir mengisi kedalam jiwa………..
Terungkap akan makna suatu arti…….
Hati ini butuh cinta dan kasih……..
Belajar tuk hargai makna hidup……..
Hargai setiap detik waktu yg t’ah dijalani…..
‘Tuk terus dapat ikhlas……….
Dan dapat terus bersyukur……….
Butiran tetes embun penyejuk sukma………
Penyejuk sukma dan pendamai jiwa………
Kedamaian yg ada didalam hati……..
Kan raih kebahagian jiwa………

Kiriman dari : r.c.f [red.shank@....]

Torehan puisi-puisi lainya :

    Embun… by d_man (1 comments)
    embun dipagi hari menetes seperti tiada salah bening mememukau bak kala tak berdosa dingin…. menye …

    Ps : Vn by bangsyad (0 comments)
    andai cinta itu makna tak terpisah hati jiwa raga sentuh ujung sukma saat jiwa tak lagi berharta and …

    bacalah by romeo still life (0 comments)
    Dengarkanlah Kumengadu pada embun pagi yang jatuh dalam kalbu, Adakah dia dapat menyejukan gersangny …

    The Tick by bedin (0 comments)
    Tik.. tik.. tik.. tik…. Gemerintik detik yang memantik bak jentik yang menampik jala sang pemantik …

    Bingung by WebAdmin (0 comments)
    Terseok di angkuhnya kehidupan Meniti setiap langkah dengan enggannya Namun harus terus berjalan Wal …

    Pemulung Kata by WebAdmin (0 comments)
    Melepas kata-kata hingga membumbung tinggi ke udara cair…dibakar mentari hingga menjadi serpihan-ser …

    Elegi mimpi by WebAdmin (1 comments)
    Pernahkah waktu menyampaikan kepadamu tentang apa yang telah dititipkan oleh sepasang pendar mata ya …

    Perjalanan by m4rc3l (1 comments)
    Bila langit takkan mendengar Bila waktu telah sungkan berjalan Aku tetaplah aku.. S’lalu larut dal …

    Cinta by WebAdmin (0 comments)
    Hari indah Pemandangan indah Burung berkicau merdu Melagukan kata hati terindah Mereka terbang mengi …

    Suara Kalbu by @-one (1 comments)
    tempatkan aku di hatimu satu sudut saja dari empat bilik jantungmu lalu gemit aku di jiwamu dengan p …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Alam, Bebas, Cinta

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. madoen says:

    thanks atas puisinya moga sukses buat blognya agar lebih maju

Leave a Reply