ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2)


Puisi ini ditulis oleh pada
15 July 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Baca sajak sebelumnya, ‘Buah hati (kesandung mendung bag.1)

Bocah berulah datang menodong
Tagih janji bapak yg tidur di siang bolong
Minta mainan seperti punya anak tetangga
Mengamuk karena bosan bermain ular tangga

Bocah menangis bersembunyi di bawah kolong
Terisak tak mengerti kenapa bapak berbohong
Minta mainan baru sejak hari rabu
Merengek karena bosan bermain bambu

Nak, sini nak! bapak punya cerita
Kisah tentang si kaya dan ‘siapa kita’
Jangan di kolong jangan rusak dinding bata
Sudah, sudah! kau hapuslah itu air mata

Kau tau kenapa orang bisa kaya?
Karena mereka buaya!
Karena mereka pencuri!
Kau tau kenapa mereka tak punya harga diri.

Kau tau kenapa orang, ‘seperti kita’?
Karena tak punya cukup pelita!
Karena tak punya cukup kesempatan!
Kau tau kenapa kita susah membeli mainan.

Kita ini orang miskin
Selalu hidup seperti lilin
Lalu menunggu redup ditiup angin

Esok nanti
Jadilah pencuri yang tak punya hati
Lebih baik tak punya harga diri daripada mati

Kau lelaki
Bersahabatlah dengan maki
Kau simpan permata, dibeli dengan daki

Kau lelaki
Berilah orang segelas susu pakai baki
Kau teguk lautan, muntahkan satu seloki

Esok nanti….
Jadilah kau buaya,
Dan jauhi mara bahaya
Jadilah kau hewan,
Dan berlagak seperti pahlawan

Jadilah kau penjilat,
Jangan akui kau seekor ‘lalat’
Jadilah kau penipu,
Jangan akui kau seorang ‘tukang sapu’

Menjadi pencuri
Untuk anak isteri

Esok nanti
Semoga kita tak lagi lagi sakit hati

(Bersambung lagi ya….)

Wizurai,


Torehan puisi-puisi lainya :

    Anak Sekolah Minta Uang by Bradley Setiyadi (19 comments)
    Aku adalah anak sekolah Aku adalah tunas-tunas bangsa Aku adalah generasi penerus Aku adalah calon p …

    Tergadai by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Apa yang kita miliki? Apa yang kita punya sekarang? Dari negeri yang kaya raya ini Kaya yang hanya d …

    Minyak Tanah Versus Gas by Bradley Setiyadi (0 comments)
    Cadangan minyak semakin berkurang Pasokan minyak juga pasti berkurang Termasuk minyak tanah Tidak ad …

    Balada Orang Gusuran by Bradley Setiyadi (2 comments)
    Katanya kita semua sederajat Katanya tiap warga negara punya hak yang sama Katanya bumi ini milik be …

    SURAT AYAH DARI JOGJA….. by WebAdmin (0 comments)
    Hai cinta ayah…… apa kabar kalian? kalian pasti main terus ya? kejar-kejaran kesana-kemari repot …

    Bertanya pada hidup by edreamj (0 comments)
    Sekali lagi aku tanyakan kepada sang hidup… kenapa harus ada lain kali kalau takut tak akan ada l …

    Sampah segala Sumpah by bayu200687 (3 comments)
    maka ketika kuucapkan selamat tinggal, padamu kutanggalkan helaihelai rambut yang memutih. bukan mel …

    Nasihat Bunda by WebAdmin (0 comments)
    Nak, jadi perempuan kita harus pintar Agar tidak mudah terpedaya rayuan gombal para pria Nak, kamu h …

    kepadamu pencuri hatiku by puisi.indonezia.net (1 comments)
    kepadamu wahai pencuri cintaku// kemanapun kau lari, kemanapun kau bersembunyi; kukatakan kepadamu p …

    IBU by ngurah (0 comments)
    IBU Bu ingatkah janjiku dulu Saat sandikala perlahan datang menumpu hari Saat potongan ayam kita bub …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bebas

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. raihana ziva says:

    luv ur poet wizurai!so deep ‘n intense.keep up the good work!

Leave a Reply