Di Bayang Wajahmu
Melalui senja ini,
dalam temaram cahaya matahari
kulihat guratan hatimu terukir
untuk mengatakan sebuah kata.
Kata yang lepas, bebas seperti rajawali yang terbang tinggi
dan suci seperti api malam menyibakan kabut dingin.
Dibayang wajahmu, kulihat segurat senyum
lambaian kasih yang tegar dan tiada gentar menjelang
gelap malam yang mulai membayang.
Dalam temaram senja ini, kulihat pelita matamu
memancarkan harapan-harapan manusiawi yang suci
untuk dunia yang cedera, letih dan penuh kepalsuan.
Sebelum senja ini beranjak gelap, engkau sapa pejalan ini
dengan senyum mu sembari engkau berkata
“dunia ini masih membutuhkan para pejalan sepertimu,
agar tempat-tempat hidup ini menyandarkan maknanya
dapat engkau ceritakan kepada mereka yang masih setia
dan mencintai hidup”
Sejenak aku lihat, temaram senja pun menjadi gelap,
engkau pergi bersama cahaya matahari yang lepas dari cakrawala.
Kemudian sepi mulai bertahta untuk malam-malam yang aneh.
(mengenang dian, jogjakarta Mei 2006)
Last 5 posts by katjha
- Sepasang Sayap Untukmu - October 26th, 2008
- Titik Nol - October 26th, 2008
- Elegi Sebuah Senja - October 26th, 2008
- Lentera Akhir Malam - July 4th, 2008
- Dunia Setelah Kata - June 19th, 2008
Popularity: 5% [?]

June 18th, 2008 at 11:17 pm
wow puisinya romantis bro ….. ada semangat tuk mencintai …. ada ketegaran ….
wuih …. apalagi ni dipersmbahkan tuk seseorang ….. selamat aja buat “dian”
sampai mendapat tempat untuk imajinasi sang penyair ….. salut
June 18th, 2008 at 11:21 pm
akhir2 ini gua ngikutin tiap puisi yg ditulis penyair ini, ada beraneka makna yg ingin disampaikan. kadang terasa gamang, bergairah, ragu, penuh semangat, melankolis ….. tapi gua suka puisi2 nya ….. secara pribadi mungkin gua pengen kenal …… tp setidaknya gua dah ngikutin karyanya …… salam kenal
- sukma -
June 20th, 2008 at 3:42 pm
asik juga…
July 2nd, 2008 at 2:09 am
… betoel2 … emang romntez, ada ketegaranya jg yang jarang terdapat pada puisi romantik yang kebanyakan cengeng dan picisan.gua rasa ada kedewasaan dalam memndang cinta dan kehedupan etu sendere …. aku angkat topi tuk penyaernya …eh salah angkat helm ni, datangny kan aku ga pake topi tapi pake helm … hehehe
July 12th, 2008 at 6:13 pm
bukan titik yang membuat tinta.
tapi tinta yang membuat titik.
bukan cantik yang membuat cinta.
tapi cinta yang membuat cantik.
genta bukanlah genta kalau belum dibunyikan.
lagu bukanlah lagu kalau belum dinyanyikan.
cinta bukanlah cinta kalau belum dipersembahkan.