Melalui senja ini,
dalam temaram cahaya matahari
kulihat guratan hatimu terukir
untuk mengatakan sebuah kata.
Kata yang lepas, bebas seperti rajawali yang terbang tinggi
dan suci seperti api malam menyibakan kabut dingin.
Dibayang wajahmu, kulihat segurat senyum
lambaian kasih yang tegar dan tiada gentar menjelang
gelap malam yang mulai membayang.
Dalam temaram senja ini, kulihat pelita matamu
memancarkan harapan-harapan manusiawi yang suci
untuk dunia yang cedera, letih dan penuh kepalsuan.
Sebelum senja ini beranjak gelap, engkau sapa pejalan ini
dengan senyum mu sembari engkau berkata
“dunia ini masih membutuhkan para pejalan sepertimu,
agar tempat-tempat hidup ini menyandarkan maknanya
dapat engkau ceritakan kepada mereka yang masih setia
dan mencintai hidup”
Sejenak aku lihat, temaram senja pun menjadi gelap,
engkau pergi bersama cahaya matahari yang lepas dari cakrawala.
Kemudian sepi mulai bertahta untuk malam-malam yang aneh.
(mengenang dian, jogjakarta Mei 2006)
Similar Posts:
- Lentera Akhir Malam by katjha (4 comments)
- Sepi …. hening dalam gelap dan udara malam yang dingin berhembus angin yang berbisik suara-suara d …
- Mencari Arti Demokrasi di Negeri Ganjil by Akmal MR (1 comments)
- Oleh: Akmal MR Aku kembali dililit jerami kusam mataku lenyap dalam gelap yang begitu suram aku kini …
- Membunuh Bayang-bayang by katjha (0 comments)
- Sinar rembulan mengintip remang, tenggelam dalam citraan kelam, seulas ekspresi yang beku dan sulit …
- senyum.. by Clare (0 comments)
- Senyum… Senyum bagai air di pegunungan.. Senyum bagai air pelepas dahaga.. Senyum bagai kerinduan …
- Deklarasi Cinta by katjha (0 comments)
- Hanya kata berbahan jiwa hati yang tulus aku katakan kerinduan. Ingin aku bernyanyi, tetapi desahan …
- tentang perasaanku terhadap wanita yang berbaju ungu, di hari rabu by Akmal MR (0 comments)
- Oleh : Akmal MR Tak penuh kulihat cahayanya dibalik semilir yang lenyap itu. pun rasa ini benar-bena …
- Dan Kereta itu Berangkat by katjha (2 comments)
- Di keremangan senja ini kau tatap aku sejenak, angin bertiup sepoi, langit memerah, membuka ruang ke …
- Berkabar Dengan Sepasang Lampion by katjha (0 comments)
- Beku udara malam dingin, kering dan semilir angin menyayat. bagai tembang biduan yang telah beranjak …
- Bingkai Malam by WebAdmin (1 comments)
- Untukmu aku bertanya. Tentang relung itu, relung malam di pelupuk mentari. Betapa aku berkali-kali h …
- Kepada Gadis Manis Di Pasar Burung by katjha (0 comments)
- Ah, senyumu itu membuatku terhenti sejenak kutatap engkau sekilas sudut matamu mengintip aku yang te …
Last 5 posts by katjha
- Yang Pergi Tanpa Melambaikan Tangan - March 21st, 2011
- Kepada Gadis Manis Penggesek Violin X - March 21st, 2011
- Merindukan Gerak - March 14th, 2011
- Balada Orang Merindukan Pelangi - March 14th, 2011
- Derai Cemara Udang - March 14th, 2011


{ 5 comments… read them below or add one }
wow puisinya romantis bro ….. ada semangat tuk mencintai …. ada ketegaran ….
wuih …. apalagi ni dipersmbahkan tuk seseorang ….. selamat aja buat “dian”
sampai mendapat tempat untuk imajinasi sang penyair ….. salut
akhir2 ini gua ngikutin tiap puisi yg ditulis penyair ini, ada beraneka makna yg ingin disampaikan. kadang terasa gamang, bergairah, ragu, penuh semangat, melankolis ….. tapi gua suka puisi2 nya ….. secara pribadi mungkin gua pengen kenal …… tp setidaknya gua dah ngikutin karyanya …… salam kenal
– sukma -
asik juga…
… betoel2 … emang romntez, ada ketegaranya jg yang jarang terdapat pada puisi romantik yang kebanyakan cengeng dan picisan.gua rasa ada kedewasaan dalam memndang cinta dan kehedupan etu sendere …. aku angkat topi tuk penyaernya …eh salah angkat helm ni, datangny kan aku ga pake topi tapi pake helm … hehehe
bukan titik yang membuat tinta.
tapi tinta yang membuat titik.
bukan cantik yang membuat cinta.
tapi cinta yang membuat cantik.
genta bukanlah genta kalau belum dibunyikan.
lagu bukanlah lagu kalau belum dinyanyikan.
cinta bukanlah cinta kalau belum dipersembahkan.