Archive for June, 2008

dian, jangan pernah takut!

kala rindu meraja bagai pundik bara

merah tua lalu datang dan memanggil pulang

aku terhanyut dalam kebingungan

dalam satu hati yang tak kunjung hilang

adakah rindu itu datang lalu musnah

begitu saja seperti tak pernah terjadi apa-apa

antara aku dan kau yang dulu begitu satu

tapi kini entah apa yang membuatnya hilang

dian-dian,, jangan pernah takut!

takut itu hanya kuda yang ingin membawamu pergi dari ku.

Popularity: 5% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Berpalinglah

aku hanyalah buih yang

terhempas di tengah fana

mencari pelangi yang lalu

kau sebut elegi

berpalinglah kau yang

mendamba sejati

karena hatiku terlalu naif

untuk kau genangi

Popularity: 5% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hampa

aku terjerumus dalam sepi

yang kau genangi dengan tawa

tatapmu tak ada suka tak ada luka

hambar

kenapa tak bicara?

aku makin terperosok dalam gelap

yang kau warnai dengan gundah

kalut

cinta yang kujaga sedemikian rupa

berakhir sebagai seonggok

dilema

kenapa kau diam saja?

Popularity: 6% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dari ”a” sampai ”z”

Apa yang ada di hati dan benak ini?

Garis-garis putih, ini kepak-kepak masa lalu

Mata indahmu berbinar

Kuteguk resah-resah

Bermimpi  tentang  titian, ujung-ujung  sampai  putaran waktu

Aku tak mau sadar , Kau begitu harum menjelma dalam air terjun gemercik parasmu

Kutiup desahan nafasku sampai ruhku terlempar  halus , melayang - layang………tipis

Tak tergeletak tapi bergulung - gulung

Melantunkan, berbisik-berbisik……tak berkata - kata

Kebebasan sangat sempit berdetak ke angkasa

Besok melewati kemarin

Malam, siang tak terluka

Berdiri dan melompat pada setiap mimpi

[abcdetisi,terkuak : 98's ]

Popularity: 3% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dunia Setelah Kata

Hening …

Sepi ….

Bersambut dengan kata-kata terucap.

Kemudian sepi ….

Tiada yang berubah di sini,

hanya sepenggal waktu berlalu

merambat terus, merangkak,

berdiri untuk mengatakan beban-beban makna.

Setelah kata ….

Adalah berharap makna,

tanpa kata hidup tak akan bisa menceritakan jalannya.

Setelah kata adalah rembulan yang bersinar lembut,

setelah kata adalah sesuatu yang bernama, mulia, hina

atau mungkin saatnya kita binasa.

(Katjha/Jakarta, September 2006)

Popularity: 7% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4 out of 5)
Loading ... Loading ...