Dunia Tanpa Koma

Bagai lantunan sonata,

dentang-dentang bersambung cepat, riuh

mendendangkan sebuah lantunan bunyi.

Kemudian sepi ……

Tapi masih berlanjut untuk lantunan bunyi yang tersimpan,

manusia masih merekamnya, tanpa harus mengingatnya kembali.

Kalaupun dunia adalah gelaran dentang sonata dengan koma,

maka sejenak dunia akan berpikir tentang dirinya,

sehingga sejarah tak perlu berulang kembali, tak perlu

ada yang harus mati.

Karena dunia akan berpikir ke arah keabadian,

manusia tak lagi perlu menyangkal takdir dan kemustahilan.

Karena, dunia telah memikirkannya untuk sebuah proses ke depan yang

cerah dan pasti.

Namun, dunia ini seperti tanpa koma,

seperti rangkaian peristiwa yang terus berulang

seperti sebuah otak besar yang digerakan untuk berpikir.

Duniaku adalah dunia tanpa koma,

yang menyisakan sebuah manusia yang fana dengan

keraguan, kesadaran dan hasrat-hasrat untuk melawan.

(Mei 2008/kepada segenap kawan-kawan seperjuangan di kampus jogja)

Last 5 posts by katjha

Popularity: 3% [?]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

7 Responses to “Dunia Tanpa Koma”

  • 1
    widya Says:

    puisinya mendalam, gua ga terlalu paham, tapi aku rasakan sebuah “sense figure” penyairnya terpancar cukup kuat. inilah yang membedakanya dengan puisi lainya, emang ga mudah memahaminya karena puisi ini tergolong “berat” ..

  • 2
    enrico Says:

    mengapa harus tanpa koma, tapi puisi ini menawarkan sesuatu yang baru.

  • 3
    eenbangka Says:

    mmmm kMpus jGja ?.. kMpus mna nTu ? =)

  • 4
    eenbangka Says:

    mksudnya tanpa koma ntu, dunia yG BLm berHenti bERputar nyak >?….
    hehe bert jG puisinya, tp Bgus kOg

  • 5
    Fata Says:

    jelas2 puisi ini ngangkat suatu kenyataan..
    adanya ikatan orang,alam,dunia..yang slama ini orang kurang MNGGUBRISs..
    termasuk aye,,..mpo,bang..

  • 6
    Fata Says:

    DIY aja, yang lain-lain&kroni-KRONInye ga di AJAK..
    IKUT dong,,,,kita kan BHINEKATUNGGALIKA..

  • 7
    katjha Says:

    kampus ugm, puisi ini mungkin lahir karena kerinduan pd almamater dan teman2 seperjuangan.
    wah thanks apresiasinya
    tanpa koma adalah seperti hidup yang harus terus mengalir, tanpa ada satu pun yang dapat menundanya.

Leave a Reply


Tautan komentar adalah nofollow free.
23 views