Dunia Tanpa Koma

by katjha on May 24, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bagai lantunan sonata,

dentang-dentang bersambung cepat, riuh

mendendangkan sebuah lantunan bunyi.

Kemudian sepi ……

Tapi masih berlanjut untuk lantunan bunyi yang tersimpan,

manusia masih merekamnya, tanpa harus mengingatnya kembali.

Kalaupun dunia adalah gelaran dentang sonata dengan koma,

maka sejenak dunia akan berpikir tentang dirinya,

sehingga sejarah tak perlu berulang kembali, tak perlu

ada yang harus mati.

Karena dunia akan berpikir ke arah keabadian,

manusia tak lagi perlu menyangkal takdir dan kemustahilan.

Karena, dunia telah memikirkannya untuk sebuah proses ke depan yang

cerah dan pasti.

Namun, dunia ini seperti tanpa koma,

seperti rangkaian peristiwa yang terus berulang

seperti sebuah otak besar yang digerakan untuk berpikir.

Duniaku adalah dunia tanpa koma,

yang menyisakan sebuah manusia yang fana dengan

keraguan, kesadaran dan hasrat-hasrat untuk melawan.

(Mei 2008/kepada segenap kawan-kawan seperjuangan di kampus jogja)

Similar Posts:

    Pagi Sebuah Kerinduan by katjha (0 comments)
    Hening pagi ini kusambut bersama mataku yang mulai terbuka, tanpa kokok ayam dan tetesan embun. Pagi …
    Jejak Lumpur by anjasberguna (0 comments)
    Banyak kulihat dan kudengar sibuknya manusia mencari arti hidup sesuggguhnya. Bahkan diri inipun ti …
    Symphony Tanpa Nada “do” by katjha (0 comments)
    Beranjak naik, mengalun kidung membebaskan bunyi dari makna. kemudian jeda sepi, merambat pelan terh …
    Dan Kereta itu Berangkat by katjha (2 comments)
    Di keremangan senja ini kau tatap aku sejenak, angin bertiup sepoi, langit memerah, membuka ruang ke …
    Yang Pergi Tanpa Melambaikan Tangan by katjha (0 comments)
    Hanyut dalam euphoria lantunan musik untuk menutup perjamuan hari itu, semua bubar melangkah pergi m …
    Interupsi Tingkat Tinggi by Bradley Setiyadi (1 comments)
    Aku ingin interupsi Aku ingin menyela Aku ingin menyanggah Aku ingin membantah Aku ingin menuntut Ak …
    Kidung Asmarandana untuk “ANN” by katjha (0 comments)
    kepada Ann …. lantunan kidungku ini, bukan sebagai pengobat rindu yang mengharap belas kasihmu. ki …
    Cinta Itu…. by WebAdmin (7 comments)
    Cinta Itu…. kalo cinta itu tanpa syarat, maka janganlah berkata aku akan mencintaimu bila kamu… …
    Sepenggal Syair Malam by sight_cla10 (1 comments)
    Saat malam mencapai puncaknya dan embun malam tengah berkuasa disitu kurasakan perihnya tusukan cint …
    BIRU 5 by meadow (0 comments)
    BIRU 5 Untuk apa tundukkan kepala Hatiku tergenggam Untuk apa pejamkan mata Jiwaku merindu Bayangank …

Last 5 posts by katjha

{ 7 comments… read them below or add one }

widya May 28, 2008 at 12:48 am

puisinya mendalam, gua ga terlalu paham, tapi aku rasakan sebuah “sense figure” penyairnya terpancar cukup kuat. inilah yang membedakanya dengan puisi lainya, emang ga mudah memahaminya karena puisi ini tergolong “berat” ..

enrico May 28, 2008 at 12:52 am

mengapa harus tanpa koma, tapi puisi ini menawarkan sesuatu yang baru.

eenbangka May 28, 2008 at 5:58 am

mmmm kMpus jGja ?.. kMpus mna nTu ? =)

eenbangka May 28, 2008 at 6:00 am

mksudnya tanpa koma ntu, dunia yG BLm berHenti bERputar nyak >?….
hehe bert jG puisinya, tp Bgus kOg

Fata May 28, 2008 at 10:33 pm

jelas2 puisi ini ngangkat suatu kenyataan..
adanya ikatan orang,alam,dunia..yang slama ini orang kurang MNGGUBRISs..
termasuk aye,,..mpo,bang..

Fata May 28, 2008 at 10:52 pm

DIY aja, yang lain-lain&kroni-KRONInye ga di AJAK..
IKUT dong,,,,kita kan BHINEKATUNGGALIKA..

katjha June 6, 2008 at 1:40 am

kampus ugm, puisi ini mungkin lahir karena kerinduan pd almamater dan teman2 seperjuangan.
wah thanks apresiasinya
tanpa koma adalah seperti hidup yang harus terus mengalir, tanpa ada satu pun yang dapat menundanya.

Leave a Comment



Previous post:

Next post: