Dunia Tanpa Koma
Bagai lantunan sonata,
dentang-dentang bersambung cepat, riuh
mendendangkan sebuah lantunan bunyi.
Kemudian sepi ……
Tapi masih berlanjut untuk lantunan bunyi yang tersimpan,
manusia masih merekamnya, tanpa harus mengingatnya kembali.
Kalaupun dunia adalah gelaran dentang sonata dengan koma,
maka sejenak dunia akan berpikir tentang dirinya,
sehingga sejarah tak perlu berulang kembali, tak perlu
ada yang harus mati.
Karena dunia akan berpikir ke arah keabadian,
manusia tak lagi perlu menyangkal takdir dan kemustahilan.
Karena, dunia telah memikirkannya untuk sebuah proses ke depan yang
cerah dan pasti.
Namun, dunia ini seperti tanpa koma,
seperti rangkaian peristiwa yang terus berulang
seperti sebuah otak besar yang digerakan untuk berpikir.
Duniaku adalah dunia tanpa koma,
yang menyisakan sebuah manusia yang fana dengan
keraguan, kesadaran dan hasrat-hasrat untuk melawan.
(Mei 2008/kepada segenap kawan-kawan seperjuangan di kampus jogja)
Last 5 posts by katjha
- Sepasang Sayap Untukmu - October 26th, 2008
- Titik Nol - October 26th, 2008
- Elegi Sebuah Senja - October 26th, 2008
- Lentera Akhir Malam - July 4th, 2008
- Dunia Setelah Kata - June 19th, 2008
Popularity: 3% [?]

May 28th, 2008 at 12:48 am
puisinya mendalam, gua ga terlalu paham, tapi aku rasakan sebuah “sense figure” penyairnya terpancar cukup kuat. inilah yang membedakanya dengan puisi lainya, emang ga mudah memahaminya karena puisi ini tergolong “berat” ..
May 28th, 2008 at 12:52 am
mengapa harus tanpa koma, tapi puisi ini menawarkan sesuatu yang baru.
May 28th, 2008 at 5:58 am
mmmm kMpus jGja ?.. kMpus mna nTu ? =)
May 28th, 2008 at 6:00 am
mksudnya tanpa koma ntu, dunia yG BLm berHenti bERputar nyak >?….
hehe bert jG puisinya, tp Bgus kOg
May 28th, 2008 at 10:33 pm
jelas2 puisi ini ngangkat suatu kenyataan..
adanya ikatan orang,alam,dunia..yang slama ini orang kurang MNGGUBRISs..
termasuk aye,,..mpo,bang..
May 28th, 2008 at 10:52 pm
DIY aja, yang lain-lain&kroni-KRONInye ga di AJAK..
IKUT dong,,,,kita kan BHINEKATUNGGALIKA..
June 6th, 2008 at 1:40 am
kampus ugm, puisi ini mungkin lahir karena kerinduan pd almamater dan teman2 seperjuangan.
wah thanks apresiasinya
tanpa koma adalah seperti hidup yang harus terus mengalir, tanpa ada satu pun yang dapat menundanya.