Aku Bahagia


Puisi ini ditulis oleh pada
19 May 2008 dengan 5 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (19 votes, average: 4.05 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

aku bahagia

ketika angin merayu malam

yang membuatku terlelap

aku bahagia

ketika bulan mencumbu bintang

yang mengajakku terbang

aku bahagia

ketika ombak membelai pantai

yang sadarkan aku pada cinta

aku menjadi tegas

menilai cinta dengan lugas

aku tak perlu menangis

ketika aku sendiri

Torehan puisi-puisi lainya :

    Ku kira by WebAdmin (3 comments)
    “Ku kira” by Minar (jkt, 7 sept 2005) Ku kira cinta Ternyata sampah Ku kira kasih Ternyata duri Ku k …

    Aku rindu by Adi Jovetic (0 comments)
    Saat cintaku pergi… Saat itu aku ingin pergi selamanya… Semua bahagia telah menjadi derita… Ba …

    Rasa dan Rumit by koentomo (1 comments)
    Rangkaian rasa terangkai dengan lugas.. Meranum bersama waktu.. Tumbuh besar berbarengan dengan cand …

    Penyelam Kata by albertjl (0 comments)
    Ombak-ombak itu berseru-seru Dan angin pun berbisik pelan Menyambut darah-darah baru Dari kutub utar …

    carilah sebuah cahaya by Just_ste (0 comments)
    Hidup itu ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang Karang yang tegar adalah karang yang mamp …

    matahari tenggelam by Just_ste (0 comments)
    - For someone in heaven – Merah dan ungu Juga alunan ombak menghiasi pandanganku White sand yang me …

    Cinta itu Kamu by WebAdmin (0 comments)
    Kamu itu pasir Pasir putih berkilat di tepian pantai Kamu menari Menari mengayun ombak Kamu berdansa …

    gunung tengah laut by chras dini sabewa (0 comments)
    kau tunjukkan lekuk-lekuk gunung di balik gemawan di kotamu dari bibir pantai yang merayapkan ombak …

    Derai Cemara Udang by katjha (0 comments)
    Angin pantai disela gerimis mendera pelan, sejenak berteduh di bawah pohon-pohon cemara udang. kemu …

    Aku Mencintaimu by WebAdmin (2 comments)
    ntuk sejenak… aku berpikir, apa yang membuatku merasa malu? apa yang membuatku merasa kaku? apa ya …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Cinta

Comments (5)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. nafhiel says:

    serasa aku juga menemukan
    sekawan yang baru
    untuk berusaha menatap hidup
    sebab sendiri bukan berarti sunyi
    sebab cinta bukan berarti luka

  2. Silentist says:

    Nice…

    Jgn takut KESENDIRIAN…Dengannya kita dapat menemukan jatidiri
    Bersyukur ada SAHABAT…mereka membuat hidup kita menjadi berkualitas

  3. aisyah says:

    hidup takan berhenti bila kita sendiri tanpa cinta
    karna cinta dan bahagia akan datang tepat pada waktunya

  4. Antoni D says:

    GALAU

    dengarkanlah setiap tarikan nafas ini
    aku tengadah menanti kata ijabah
    aku tenggelam dalam asa kelam
    aku terbelenggu dalam biru
    ketidak tahuanku menuntunku
    keraguanku mendorongku
    kecemasanku menyeretku
    ketakutanku menatihku
    tertuntun
    terdorong
    terseret
    tertatih
    dalam sebuah pertanyaan besar
    yang selama ini mengalir
    mengalir dlam setiap cc darah ini
    merasuk dalam setiap sudut sukma ini
    membeku dalam gamang
    seribu tanya kurangkum
    tak satupun jawab yang ku tangkap
    berjuta kata yang kususun
    tak satupun makna yang kucabut
    aku terperangah dalam kebimbangan
    dalam kegamangan
    benar..?..salah..?..
    dalam sebuah pertanyaan
    hanyalah sebuah anomali kehidupan
    yang selalu menuntunku
    dalam keraguan itu ……!!!!!!!!

  5. Fier Leo says:

    Woaach…ngantuk!!

Leave a Reply