Guinevere III

Pada pandang mengayunkan langkah kaki,

berkejaran dengan temaram senja.

Lembayung merah membayang,

lesu, getir dan sunyi menerbangkan

kepak-kepak kepenatan.

Guinevere, pada pelita malam dan

kelip-kelip bintang, hinggap tinggi

kepada malam yang masih panjang.

Sejenak aku melupakan diri,

berbisik angin lembah membisikan getar-getar gairah

kepada api kecintaan untuk dirimu.

Tergeletak dalam layu dan sosok gersang,

embun pagi menghidupkanku untuk tegak berdiri

dan membangun kembali impian.

Di puncak kubah sebuah tempat ibadah,

aku terkapar gamang, kupaksa tuk menatap cakrawala

dalam detak-detak temaram yang menghujam.

Kucari pelita, tengadah ke langit,

tidak ada bintang-bintang,

kubuka baju selubungku, tak kurasakan desiran angin

yang menghidupkan harapan-harapan.

dunia ini telah sepi, cedera dan tinggal sebagai sebuah tanda yang cemas

untuk nanti akan dikatakan sebagai apa.

Guinevere …..

dalam diamku memimpikan pagi,

aku masih terasing pada sebuah malam yang aneh.

Aku diam …. diam ….

hingga kutemukan sebuah bara dalam hatiku,

kemudian aku berdiri telanjang,

aku berkata lirih “sialan Engkau Tuhan”

dan malam pun semakin sepi, sunyi

bersama kelip kecil lentera yang akan segera padam.

Berakhir …….

(Mei 2008/kepada Guinevere)

Last 5 posts by katjha

Popularity: 2% [?]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

9 Responses to “Guinevere III”

  • 1
    aris Says:

    puisi dari katjha ini bagus, mungkin dia menggambarkan seorang perempuan dengan nama guinevere sebegitu melekat dengan dirinya hingga menjadi inspirasi baginya. penulis menawarkan sebuah cara pandang baru terhadap realitas konkrit yang dihadapi dalam ungkapan sastra, mungkin bagi kita sulit untuk memahami secara menyeluruh untuk puisi ini, tapi bagian yang disisakanya justru menjadi daya hidup yang terus menyelubungi puisi ini dengan citraan diri sang penulis. kata-katanya yang sederhana yang digunakan menunjukan telah terlampauinya permasalahan pemilihan kata, karena dengan kata-katanya yang sederhana telah “diusungnya dunia imaji” ke dalam tata ungkapan yang dapat dinikmati orang lain. sungguh aku terpesona membaca puisi ini.
    kalo bisa membuat puisi mungkin aku akan buat dengan judul “Aku Ingin Seperti Guinevere” …… karena bisa dicintai seorang laki-laki secara mendalam dan dengan segenap jiwa yang tulus ……. selamat buat guinevere …

  • 2
    elea Says:

    aku agak bingung dengan baris-baris terakhir puisimu ini, /… aku berkata “sialan Engkau Tuhan” /….. apa maksudnya ya?
    tapi aku merasakan ada sebuah gairah pemberontakan terhadap apa yang bagi penyair sudah jamak diterima oleh semua orang, walaupun dia bisa menerima takdir tapi hatinya untuk jujur tak dapat dibohonginya, mesti dia harus berkata “sialan Engkau Tuhan” tapi dia merasakany mungkin demikian, walaupun bagi seorang yang saleh hal itu terasa tabu dan terlalu berani ….

  • 3
    hendri Says:

    aku suka baca puisi Guinevere III, mana puisi Guinevere I dan II ?
    pasti ada ketersambungannya. guinevere itu asli emang ada atau imajinasi penyairnya aja …. kalo emang asli ada, seperti yang dikatakan aris tadi …. dia beruntung dicintai dan menjadi inspirasi seseorang …. ya gak …

  • 4
    dian Says:

    romantis … romantis ….. walau ekspresinya begitu kuat, tapi aku ga terlalu paham tuk apa dia (penyair) berkata tentang guinevere ….
    dapat inspirasi dari mana ….. tapi inilah puisi yang baik awal bulan ini …

  • 5
    gede Says:

    guinevere …. guinevere …. kenapa penyairnya sampai memaki tuhan segala ….
    aku jadi penasaran ….

  • 6
    ayu Says:

    mungkin sama dengan teman2 lain yang kasih coment, aku rasakan juga sebuah citarasa dari penyairnya. mungkin inilah puisi yang bisa “dengan lantang” ini juga sebuah cinta. kalo boleh kenalan sama penulisnya …. salam kenal

  • 7
    monake Says:

    gua suka puisi ini, terasa ada sebentuk cinta mendalam yang ingin dikatakan penyairnya.

  • 8
    dian_w Says:

    guinevere ….. ? ada keberanian penyair tuk mengatakan apa yang mungkin bagi orang lain ga bisa terucapkan. it is realy,

  • 9
    anjanie Says:

    gua penasaran, siapa seh guinevere itu?
    nyata ga ? soalnya gua terusik seperti apa sosoknya ……
    puisiny bgus, tapi gua krng pahm tanpa penjelasn penyair/penulisnya !

Leave a Reply


Tautan komentar adalah nofollow free.
10 views