Guinevere III

by katjha on May 6, 2008

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Pada pandang mengayunkan langkah kaki,

berkejaran dengan temaram senja.

Lembayung merah membayang,

lesu, getir dan sunyi menerbangkan

kepak-kepak kepenatan.

Guinevere, pada pelita malam dan

kelip-kelip bintang, hinggap tinggi

kepada malam yang masih panjang.

Sejenak aku melupakan diri,

berbisik angin lembah membisikan getar-getar gairah

kepada api kecintaan untuk dirimu.

Tergeletak dalam layu dan sosok gersang,

embun pagi menghidupkanku untuk tegak berdiri

dan membangun kembali impian.

Di puncak kubah sebuah tempat ibadah,

aku terkapar gamang, kupaksa tuk menatap cakrawala

dalam detak-detak temaram yang menghujam.

Kucari pelita, tengadah ke langit,

tidak ada bintang-bintang,

kubuka baju selubungku, tak kurasakan desiran angin

yang menghidupkan harapan-harapan.

dunia ini telah sepi, cedera dan tinggal sebagai sebuah tanda yang cemas

untuk nanti akan dikatakan sebagai apa.

Guinevere …..

dalam diamku memimpikan pagi,

aku masih terasing pada sebuah malam yang aneh.

Aku diam …. diam ….

hingga kutemukan sebuah bara dalam hatiku,

kemudian aku berdiri telanjang,

aku berkata lirih “sialan Engkau Tuhan”

dan malam pun semakin sepi, sunyi

bersama kelip kecil lentera yang akan segera padam.

Berakhir …….

(Mei 2008/kepada Guinevere)

Similar Posts:

    Biarkan Hujan Itu Menanti by katjha (0 comments)
    Sebuah sore, dengan aku, dia dan desir angin yang mulai menepi. masih terlalu sepi untuk sebuah perj …
    Di Bayang Wajahmu by katjha (5 comments)
    Melalui senja ini, dalam temaram cahaya matahari kulihat guratan hatimu terukir untuk mengatakan seb …
    Kepada Ibu by katjha (0 comments)
    Sebuah senja Selepas hujan lebat dengan prahara kecil menyisakan suasana senja yang beku, bisu dan p …
    Kidung Asmarandana untuk “ANN” by katjha (0 comments)
    kepada Ann …. lantunan kidungku ini, bukan sebagai pengobat rindu yang mengharap belas kasihmu. ki …
    Setitik Api Dalam Embun Malam by katjha (2 comments)
    Menetes titik air, jatuh pada kulit tangan sejenak terasa sepi dan dingin, kemudian terpikir semua i …
    Sebuah Perjalanan by katjha (0 comments)
    Kepada Sebuah Lentera pagi ini kusambut dengan geliat enggan, dengan mataku yang malas, dan dera naf …
    Hikayat Sebuah Malam by katjha (0 comments)
    Dera angin, singgah di beranda ini. Saat malam masih dalam lamunan, langit menghitam, bertabur rasi …
    Titik Nol by katjha (0 comments)
    Dunia, tepi sunyi beranjak merangkak kepada bunyi dentang dan alunan kata. Gemuruh sepi … tepi mak …
    Membunuh Bayang-bayang by katjha (0 comments)
    Sinar rembulan mengintip remang, tenggelam dalam citraan kelam, seulas ekspresi yang beku dan sulit …
    Bisikan Senyap by aria (0 comments)
    Sejauh malam menjalani waktunya, ditemani gelap sebagai pasangannya Dan diiringi bintang sebagai uma …

Last 5 posts by katjha

{ 9 comments… read them below or add one }

aris May 10, 2008 at 1:18 am

puisi dari katjha ini bagus, mungkin dia menggambarkan seorang perempuan dengan nama guinevere sebegitu melekat dengan dirinya hingga menjadi inspirasi baginya. penulis menawarkan sebuah cara pandang baru terhadap realitas konkrit yang dihadapi dalam ungkapan sastra, mungkin bagi kita sulit untuk memahami secara menyeluruh untuk puisi ini, tapi bagian yang disisakanya justru menjadi daya hidup yang terus menyelubungi puisi ini dengan citraan diri sang penulis. kata-katanya yang sederhana yang digunakan menunjukan telah terlampauinya permasalahan pemilihan kata, karena dengan kata-katanya yang sederhana telah “diusungnya dunia imaji” ke dalam tata ungkapan yang dapat dinikmati orang lain. sungguh aku terpesona membaca puisi ini.
kalo bisa membuat puisi mungkin aku akan buat dengan judul “Aku Ingin Seperti Guinevere” …… karena bisa dicintai seorang laki-laki secara mendalam dan dengan segenap jiwa yang tulus ……. selamat buat guinevere …

elea May 10, 2008 at 1:33 am

aku agak bingung dengan baris-baris terakhir puisimu ini, /… aku berkata “sialan Engkau Tuhan” /….. apa maksudnya ya?
tapi aku merasakan ada sebuah gairah pemberontakan terhadap apa yang bagi penyair sudah jamak diterima oleh semua orang, walaupun dia bisa menerima takdir tapi hatinya untuk jujur tak dapat dibohonginya, mesti dia harus berkata “sialan Engkau Tuhan” tapi dia merasakany mungkin demikian, walaupun bagi seorang yang saleh hal itu terasa tabu dan terlalu berani ….

hendri May 10, 2008 at 1:40 am

aku suka baca puisi Guinevere III, mana puisi Guinevere I dan II ?
pasti ada ketersambungannya. guinevere itu asli emang ada atau imajinasi penyairnya aja …. kalo emang asli ada, seperti yang dikatakan aris tadi …. dia beruntung dicintai dan menjadi inspirasi seseorang …. ya gak …

dian May 10, 2008 at 1:46 am

romantis … romantis ….. walau ekspresinya begitu kuat, tapi aku ga terlalu paham tuk apa dia (penyair) berkata tentang guinevere ….
dapat inspirasi dari mana ….. tapi inilah puisi yang baik awal bulan ini …

gede May 10, 2008 at 1:48 am

guinevere …. guinevere …. kenapa penyairnya sampai memaki tuhan segala ….
aku jadi penasaran ….

ayu May 20, 2008 at 1:48 am

mungkin sama dengan teman2 lain yang kasih coment, aku rasakan juga sebuah citarasa dari penyairnya. mungkin inilah puisi yang bisa “dengan lantang” ini juga sebuah cinta. kalo boleh kenalan sama penulisnya …. salam kenal

monake May 20, 2008 at 1:51 am

gua suka puisi ini, terasa ada sebentuk cinta mendalam yang ingin dikatakan penyairnya.

dian_w June 6, 2008 at 1:56 am

guinevere ….. ? ada keberanian penyair tuk mengatakan apa yang mungkin bagi orang lain ga bisa terucapkan. it is realy,

anjanie June 6, 2008 at 2:02 am

gua penasaran, siapa seh guinevere itu?
nyata ga ? soalnya gua terusik seperti apa sosoknya ……
puisiny bgus, tapi gua krng pahm tanpa penjelasn penyair/penulisnya !

Leave a Comment



Previous post:

Next post: