Kepada Sayap-sayap Rajawali
Angin sepoi berlalu dari kepakan sayap,
dibalik awan putih yang pudar pada birunya langit dan
kilau cahaya mentari.
Rajawali memekik di angkasa,
menyapa tebing dan bukit-bukit
bagai sapaan kemanusiaan yang kini sepi,
terasing dan dilupakan orang.
Sayap-sayap Rajawali menempuh badai di atas padang ini,
membersitkan sebuah pelampauan angan manusiawi yang kerdil.
Diatas angin engkau pekikkan sebuah gelora nurani untuk mencari pertambatannya
yang sempurna.
sayap-sayap Rajawali, engkau katakan padaku “di sana masih ada mercusuar,
deretan tebing dan bukit-bukit kebebasan yang menjulang”
Sesaat lewat mataku yang mulai redup,
kutangkap sebuah jalinan inspirasi merah
yang mengubah kepakan sayapmu
menjadi butir-butir kata yang dapat mengubah hidup.
terbanglah rajawali, diatas padang bunga-bunga harapan,
kabarkan padanya sebuah bentang harapan itu disana
setelah cakrawalamu terlampaui.
Kepada aku dan mereka ……
(April 2008/Persembahan kepada Retno Iswandari)
Last 5 posts by katjha
- Sepasang Sayap Untukmu - October 26th, 2008
- Titik Nol - October 26th, 2008
- Elegi Sebuah Senja - October 26th, 2008
- Lentera Akhir Malam - July 4th, 2008
- Dunia Setelah Kata - June 19th, 2008
Popularity: 3% [?]

May 10th, 2008 at 1:27 am
yang aku tangkap dari puisi ini adalah rasa kekaguman penyair pada seseorang, di bagian bawahnya juga ditulis sebuah persembahan kepada seseorang. itu sah saja bagi seorang penyair, persembahan kepada seseorang yang khusus atau menunjukanya sebuah inspirasi. dalam puisi ini aku melihat semangat kebebasan yang begitu menggelora. aku menangkap sebuah “keseksian” penyair ketika apa yang diungkapkan itu menjadi kejujuranya, yang menjadi salah satu semangat kebangkitan sastra modern. salut untuk katjha …. aku tunggu karyamu yang lain.