Kepada Sayap-sayap Rajawali

Angin sepoi berlalu dari kepakan sayap,

dibalik awan putih yang pudar pada birunya langit dan

kilau cahaya mentari.

Rajawali memekik di angkasa,

menyapa tebing dan bukit-bukit

bagai sapaan kemanusiaan yang kini sepi,

terasing dan dilupakan orang.

Sayap-sayap Rajawali menempuh badai di atas padang ini,

membersitkan sebuah pelampauan angan manusiawi yang kerdil.

Diatas angin engkau pekikkan sebuah gelora nurani untuk mencari pertambatannya

yang sempurna.

sayap-sayap Rajawali, engkau katakan padaku “di sana masih ada mercusuar,

deretan tebing dan bukit-bukit kebebasan yang menjulang”

Sesaat lewat mataku yang mulai redup,

kutangkap sebuah jalinan inspirasi merah

yang mengubah kepakan sayapmu

menjadi butir-butir kata yang dapat mengubah hidup.

terbanglah rajawali, diatas padang bunga-bunga harapan,

kabarkan padanya sebuah bentang harapan itu disana

setelah cakrawalamu terlampaui.

Kepada aku dan mereka ……

(April 2008/Persembahan kepada Retno Iswandari)

Last 5 posts by katjha

Popularity: 3% [?]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

One Response to “Kepada Sayap-sayap Rajawali”

  • 1
    elea Says:

    yang aku tangkap dari puisi ini adalah rasa kekaguman penyair pada seseorang, di bagian bawahnya juga ditulis sebuah persembahan kepada seseorang. itu sah saja bagi seorang penyair, persembahan kepada seseorang yang khusus atau menunjukanya sebuah inspirasi. dalam puisi ini aku melihat semangat kebebasan yang begitu menggelora. aku menangkap sebuah “keseksian” penyair ketika apa yang diungkapkan itu menjadi kejujuranya, yang menjadi salah satu semangat kebangkitan sastra modern. salut untuk katjha …. aku tunggu karyamu yang lain.

Leave a Reply


Tautan komentar adalah nofollow free.
26 views