Menjelang Sidang Skripsi
Telah Nyeri Seluruh Sendi
Telah Luruh Lemak Separuh
Itu Semua Demi Hari Ini
Ibunda Tengah Menanti
Sang Ayah Juga Pasti
Itu Semua Demi Hari ini
Kawan Sejati Terkhianati
Lalu Pergi
Belahan Hati Tersakiti
Juga Pergi
Itu Semua Demi Hari Ini
Wahai Para Penguji
Majulah
Mataku dan Matamu Bertemu
Kita Mengadu Ilmu
Kubayar Terlalu Mahal Hanya Untuk Tunduk Padamu
Wahai Para Penguji
Majulah
Walau Kau Pasang Seribu Tampang Keji
Tak Sedikit pun Surut Nyali
Tak Sedetik pun Kurasa Ngeri
Akan Kusambut Semua Cecar
Biar Kau Sadar
Betapa Ku Tegar
Kupatri Sebuah Janji Dalam Hati
Bila Usai Kala Ini
Kan Kurayu Lagi Si Cinta Mati
dikutip dari: milis Bungamatahari ; penulis: sky_zen
Last 5 posts by WebAdmin
- Uograde ke Wordpress 2.6.3 - October 26th, 2008
- Upgrade ke Wordpress 2.6.2 - September 9th, 2008
- Upgrade ke wordpress 2.6.1 - August 19th, 2008
- Saat Kau Miliknya - August 13th, 2008
- Kau Menungguku Membatu - August 13th, 2008
Popularity: 10% [?]

May 1st, 2008 at 2:43 pm
hei, begitu nyaris nasib mu. demi hari pembebasan itu, kau korbankan segala yang patut tuk dikorbankan. gairah mu membuat seluruh jempol berdiri dan berkata keren untuk mu.
May 8th, 2008 at 12:59 am
Haha..
9 April aku pun merasai prihal yang sama! Rasanya puisimu akan menjadi penggugah semangat pejuang skripsi yg lain. Smoga!